Pimpinan Klinik Tiga Permata, dr. Hendri Rusdian, M.Kes : Kasus Positif CoVID-19 Meningkat, Masyarakat Harus Ikuti Protokol Kesehatan

54
dr. Hendri Rusdian, M.Kes (Ist.)

Agam (padangexpo.com)

dr. Hendri Rusdian, M.Kes, Pimpinan Klinik Tiga Permata Lubuk Basung, meminta kepada masyarakat untuk senantiasa patuh dengan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker guna mencegah atau meminimalisir penyebaran virus CoVID-19 disaat masa pandemi ini.

Sampai saat ini kasus penderita terkonfirmasi positif CoVID-19 masih terus meningkat dan belum ada tanda-tanda meredanya penyakit yang mematikan ini. Namun masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi dan mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan salah satunya adalah tidak nemakai masker bila berada di tempat-tempat umum.

Masker adalah media perlindungan pernafasan yang digunakan sebagai metode untuk melindungi individu dari menghirup zat-zat bahaya atau kontaminan yang berada di udara, sepertinya virus CoVID-19. Disamping itu masker juga melindungi diri kita agar tidak terkena percikan langsung liur orang lain saat batuk dan bersin dekat kita.

Hendri menjelaskan dimasa pandemi CoVID-19 ini, dengan penggunaan masker dapat membantu sesorang mencegah penularan Covid-19 hingga 80 persen.”Kalau semua orang patuh menggunakan masker resiko penularan semangkin berkurang.  Pakai masker ditambah dengan menjaga jarak sampai 2 meter, resiko penularan semangkin kecil, bahkan hingga 0 persen.

Mari kita jadikan memakai masker sebagai kebiasaan baru, masyarakat diminta jangan takut untuk nengunakan masker dengan alasan sesak disaat mengunakannya, masker memiliki rongga pori-pori yang memungkinkan  seseorang untuk menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan  Carbondioksida (CO2),” ujarnya.

Ada 3 Jenis Masker, Masker Kain, Masker Bedah, dan Masker N95

Untuk masyarakat direkomendasikan adalah masker kain yang memiliki 3 lapisan kain. Lapisan pertama adalah lapisan kain hidrofilik seperti katun, kemudian dilapisi oleh kain yang bisa mendukung filtrasi lebih optimal. Untuk lapisan kedua ini bisa juga menggunakan katun atau polyester.

Baca Juga :  3 Rumah di Jorong Patangahan, Hangus Dilahap Si Jago Merah

Lapisan ketiga atau bagian masker paling luar menggunakan lapisan hidrofobik atau bersifat anti air seperti terbuat dari polypropylene.

Masker kain ini dapat dicuci dan dipakai kembali. Oleh karena itu pencucian dan penyimpanan harus tepat.

Masker kain dapat dipakai maksimal hanya 4 jam dan harus ganti dengan masker baru dan bersih. Apabila masker yang dipakai basah atau lembab harus segera diganti. Masyarakat disarankan membawa beberapa masker untuk beraktivitas, penggunaan maskerpun harus tepat seperti menutup hidung dan mulut.

Cara melepas masker cukup dengan menarik bagian tali dan langsung dibuang ke tempat sampah tertutup guna mencegah penyebaran virus ke barang di sekitarnya.”(HR 99)