Terkait Kontroversi Webinar Kemenag di Chanel Youtube :  Itu Tema ASN No Radikal

27
Menteri Agama RI Fachrul Razi

Jakarta (padangexpo.com)

Pernyataan Menteri Agama soal radikalisme masuk ke masjid melalui anak muda yang Good looking dalam webinar bertajuk “Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara” yang tayang di chanel YouTube Kementerian PAN-RB pada hari Rabu (2/9). Menuai kontroversi sehingga publik mengkritik dan menyoroti Menag sebagaimana diberitakan media online.

Setelah dikonfirmasi Menteri Agama RI Fachrul Razi mengatakan melalui pesan singkatnya,”Itu acara internal ASN Menpan RB, dengan tema “ASN No Radikal”. Ada beberapa nara sumber yang diundang, termasuk Menag. Menag memberi masukan pewaspadaan terhadap paham radikal, antara lain yang masuk saat rekrutmen, masuk melalui lembaga pendidikan, dan juga masuk melalui kegiatan ibadah di kantor atau di masyarakat, tulis Fachrul Razi melalui pesan Whatsapp (WA) Minggu (06/09/2020) di jakarta.

Selain itu ia menegaskan pengurusan masjid di intantansi pemerintah, untuk mencegah masuknya faham radikal harus dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pengurus masjid di intansi pemerintah harus benar-benar dari ASN, bukan dari luar ASN yang berpeluang untuk jalan masuk paham radikal. Jalan masuk paham radikal antara lain juga dari masuknya orang-orang yang berpaham radikal ke masjid, biasanya dimulai dari orang-orang yang good looking, berbahasa Arab baik dan pengetahuan agama cukup,Tegas Menag.

Menurutnya kewaspadaan harus di tingkatkan di setiap kepengurusan masjid intansi pemerintah,menangkal masuknya orang yang berfaham ajaran radikalisme.

“Setelah diterima dikepengurusan masjid, mereka mulai menyebarkan ajaran-ajaran radikal, biasanya kemudian membawa masuk juga teman temannya yang berfaham sama. Penggunaan kata-kata masuk melalui orang-orang yang good looking itu mestinya tidak menyinggung siapapun. Seperti misalnya saya katakan bahwa penyusupan ke dunia intelijen di mulai dari memasukkan orang good looking berpengetahuan luas ke jajaran elit tertentu. Saya yakin dengan kata-kata itu tidak ada orang good looking berpengetahuan luas yang tersinggung,” Kata Fachrul Razi.

Baca Juga :  Kapolri Jenderal Idham Azis, Copot Dua Jenderal Polisi Terkait Djoko Tjandra

Menteri Agama juga memberi masukan tentang program Penceramah Bersertifikat, yang akan membekali para penceramah tentang wawasan kebangsaan Harapan Menag, program untuk semua agama ini akan dapat menghasilkan penceramah berwawasan luas dan tidak radikal, pungkasnya.[HA]