Geliat Pertumbuhan Ekonomi Kota Solok Jelang Memasuki Usia ke 50 Tahun

575

Solok Kota (padangexpo.com)

Tidak lama lagi Kota Solok akan memasuki usia emasnya yang ke 50 tahun pada tanggal 16 Desember 2020 mendatang. Sebagai bentuk rasa syukur dalam memperingati hari jadi emas Kota Solok tersebut, berbagai agenda telah dipersiapkan oleh Pemerintah Kota Solok untuk menjadikan hari jadi tersebut sebuah momen besar bagi Kota Solok bersama masyarakatnya.

Meskipun saat ini, hampir diseluruh Wilayah bahkan dunia sedang berdampak wabah CoVID-19 yang merambah ke sektor ekonomi, namun Pemerintah Kota Solok tidak mau melewati moment besar tersebut yang hanya terlaksana satu kali. Dengan tekad dan kerjasama semua pihak yang terjalin dengan baik, Pemko Solok terus berusaha memulihkan kondisi ekonomi meskipun saat sekarang banyak yang tidak menyangka, bahwa ditengah pandemi CoVID-19 Pemko Solok berhasil membawa ekonomi kota tersebut meraih nomor dua terbaik se-Indonesia beberapa waktu lalu.

Sangat membanggakan, sebab hal tersebut langsung disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada Serentak tahun 2020 dan pengarahan CoVID-19 yang berlangsung di Inna Muara Hotel Padang pada bulan Agustus 2020 lalu.

Pemerintah Kota Solok mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Hal itu karena Pemko Solok berhasil membawa ekonomi kota itu terbaik nomor dua se Indonesia.

Bahkan Mendagri pun menyarankan Pemerintah Daerah lain agar bisa belajar ke Kota Solok dalam rangka mengelola pertumbuhan ekonomi.

Geliat Pertumbuhan Ekonomi Dalam Bidang Usaha Kreatif dan Inovatif Masyarakat

Wali Kota Solok Zul Efian beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Solok cukup menggambarkan pergerakan perekonomian Kota Solok terus meningkat.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sendiri adalah merupakan salah satu perangkat data ekonomi yang dapat dipergunakan untuk mengevaluasi kinerja pembangunan ekonomi pada suatu wilayah.

BACA JUGA :  Pimpin Rapat Bersama Forkopimda, Wako Solok : Berkat Kerjasama Baik, Pilkada Kota Solok Berjalan Aman dan Lancar

Menurutnya, perangkat data ekonomi ini dapat dipergunakan untuk kepentingan dan tujuan lain seperti halnya sebagai dasar pengembangan model ekonomi dalam rangka menyusun formulasi kebijakan, pendalaman sektor bidang keuangan, kajian ekspor dan impor, tingkat percepatan uang beredar (velocity of money), penetapan pajak dan untuk keperluan lainnya.

Ini semua adalah sebagai upaya untuk mendorong sektor ekonomi kerakyatan dalam memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, dan pengurangan pengangguran serta dampak secara tidak langsung lainnya.

Data dari Badan Pusat Statistik Kota Solok yang dirilis pada April 2020 lalu, bahwa peranan terbesar terhadap PDRB yaitu dari sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi 25,52 persen, konstruksi 13,65 persen, transportasi dan pergudangan sebesar 15,86 persen. Ketiga usaha tersebut berada pada peringkat atas lalu disusul dalam bidang pertanian dan manufacturing.

Sedangkan untuk lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif sebesar 4-10 persen, yang mana diantaranya dalam bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Lalu disusul dengan sektor pengadaan listrik dan gas, pengadaan air pengelolaan sampah dan daur ulang, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi makan dan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, real estate, jasa perusahaan, jasa pendidikan dan kesehatan. Serta satu mengalami penurunan yakni bidang manufactur.

Naiknya nilai PDRB Kota Solok atas dasar harga berlaku pada tahun 2019 mencapai Rp 4,08 triliun. Secara nominal, nilai PDRB Kota Solok mengalami kenaikan sebesar Rp 0,3 triliun dibandingkan dengan tahun 2018 yang mencapai Rp 3,7 triliun.

Kemudian, nilai PDRB ini dipengaruhi oleh meningkatnya produksi di hampir seluruh lapangan usaha dan adanya inflasi. Berdasarkan harga konstan 2010, angka PDRB juga mengalami kenaikan, dari Rp2,72 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp2,87 triliun pada tahun 2019.

BACA JUGA :  Wakil Wali Kota Solok Reinier : Imbau Warga Untuk Sementara Tidak Laksanakan Sholat Jum’at dan Berjamaah

Fluktuasi volume ekonomi tersebut tercermin baik dari sisi produksi maupun sisi permintaan akhir (demand side). Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada kategori penyediaan akomodasi dan makan minum yang empat tahun terakhir selalu tumbuh di atas 8 persen per tahunnya.

Dari sisi permintaan akhir, pertumbuhan ekonomi Kota Solok sebesar 5,5 persen didominasi oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga (PK-RT) yang menyumbang lebih dari separuh total. Serta Kota Solok juga menurunkan angka kemiskinan dari 3,86 persen pada 2018 menjadi 3,30 persen di tahun 2019 atau berjumlah 759 KK atau 3.128 jiwa dari jumlah penduduk 73.157 jiwa.

Lalu, Nilai PDRB per kapita Kota Solok atas dasar harga berlaku sejak tahun 2015 hingga 2019 senantiasa mengalami kenaikan. Kenaikan angka PDRB per kapita yang cukup tinggi ini disebabkan masih dipengaruhi oleh faktor inflasi.

Untuk lapangan usaha yang berbasis perdagangan besar atau UMKM memiliki peranan penting dalam pengembangan ekonomi Kota Solok. Sebab Kota Solok sendiri berada pada jalur strategis yang diperkuat dengan visi Kota Solok untuk mewujudkan masyarakat Kota Solok yang beriman, bertaqwa, dan sejahtera menuju kota perdagangan, jasa, serta pendidikan yang maju dan modern.

Dalam hal ini, Wali Kota Zul Elfian pun mengakui, untuk menuju kota perdagangan merupakan salah satu poin yang penting. Adapun misi yang berkaitan dengan hal tersebut untuk mewujudkan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berkualitas untuk menghasilkan sumber daya manusia dan generasi muda yang beriman, sehat, cerdas, kreatif, tangguh dan berdaya saing menjadi perhatian.

Pemko Solok sendiri sangat mendukung penuh untuk pengembangan usaha-usaha kreatif dan inovatif dari masyarakat, sebab peluang usaha itu sangat banyak, sehingga akan mampu mendorong perekonomian masyarakat Kota Solok. Oleh sebab itu, Pemko Solok selalu bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk berbenah melalui ilmu pengetahuan serta mendapatkan bantuan modal melalui program kredit lunak dari pihak ketiga.

BACA JUGA :  Wakil Wali Kota Reinier Kembali Ikuti Rapat Teknis Percepatan Penanganan CoVID-19

Untuk menjadikan sumber penghasilan, Pemko Solok selalu memberikan pelatihan-pelatihan yang diarahkan untuk membenahi keterampilan, seperti membatik, tenun, menjahit dan pelatihan lainnya untuk mendukung penuh ekonomi yang berbasis kerakyatan.

Bahkan beberapa waktu lalu, pada 19 November 2020 lalu di Auditorium Gubernur Sumatera Barat dan di penghujung tahun 2020, Kota Solok kembali mendapatkan penghargaan Peduli Wisata Award (PWA) 2020. Adapun penghargaan ini sebagai salah satu bentuk apresiasi dari Pemprov Sumbar terhadap kepedulian Bupati dan Wali Kota dalam meningkatkan pertumbuhan Pariwisata dan Peningkatan Ekonomi Kreatif di Sumatera Barat.

Ini menunjukkan bahwa Kota Solok terus berbenah untuk menuju Ekonomi Kreatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Solok. (d79)