Kasus Gigitan HPR di Agam Tinggi, Pemkab Siapkan 5000 Vaksin Cegah Rabies

50

| padangexpo.com

Belakangan ini, kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) di Agam cukup tinggi, oleh sebab itu Dinas Pertanian Kabupaten Agam menyiapkan 5.000 vaksin untuk mencegah terjangkit rabies.

Hal ini dibuktikan dengan penemuan 223 kasus gigitan sepanjang 2020.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Arif Restu mengatakan, vaksin disiapkan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kasus rabies yang sangat berbahaya terhadap masyarakat, Kamis 7 Januari 2021.

“Untuk itu hewan peliharaan masyarakat yang dapat membawa rabies perlu divaksinasi,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) tertinggi didominasi dari anjing dan kucing. Bahkan dari jumlah kasus tahun kemarin, berdasarkan hasil laboratorium delapan HPR positif rabies.

“Karena masyarakat cepat melapor, maka penyakit rabies itu bisa dengan cepat diatasi,” sebut Arief.

Dalam hal ini Arif Restu mengimbau agar masyarakat memvaksinasi hewan peliharaannya ke Puskeswan atau menyesuaikan dengan jadwal dari petugas yang dilakukan di jorong.

“Hewan pembawa rabies ini adalah seperti kucing, anjing, kera, musang dan lainnya,” terangnya.

Mengingat dan menimbang tingginya kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) diharapkan masyarakat lebih proaktif memelihara hewan dengan tertib, serta mengkandangkannya agar tidak membahayakan orang lain.

Sementara itu, Kabid Keswan dan Kesmavet drh. Farid Muslim menjelaskan, jika terjadi gigitan dari HPR, maka langkah yang harus dilakukan adalah mencuci luka gigitan dengan sabun atau detergen selama 10-15 menit dengan air mengalir.

Kemudian luka itu diberi antiseptik dan dibawa ke Puskesmas atau dokter terdekat, untuk mendapatkan pengobatan sementara sembari menunggu hasil observasi HPR yang menggigit.

“Segera laporkan kejadian gigitan HPR kepada petugas peternakan atau puskeswan terdekat,” pintanya. (d79)

BACA JUGA :  Rapat Paripurna DPRD Agam :  Penyampaian Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati 2019