Ada Dentuman Keras di Banyuwangi, BMKG : Diduga Meteor Jatuh di Buleleng

167
Ilustrasi

Banyuwangi (padangexpo.com)

Pada pukul 10.00 WIB, warga banyuwangi dikejutkan oleh dentuman suara yang mirip gunung meletus, warga menduga hal tersebut bersumber dari Gunung Raung yang beberapa hari lalu mengalami erupsi.

Suara dentuman tersebut terdengar hingga ke beberapa Kecamatan di Banyuwangi yang dekat dengan Gunung Raung.

Boby (38) salah satu warga yang berdomisili di Ketapang, yang dijumpai media ini mengaku mendengar jelas suara dentuman tersebut.

“Sekitar kurang lebih pukul 10.00 wib, saya mendengar suara keras seperti dentuman gunung meletus. Saya pikir itu dari Gunung Raung yang saat ini memang lagi erupsi,” terang Boby, Minggu, 24 Januari 2021.

Kejadian tersebut dibenarkan juga oleh Linda salah satu warga ketapang.

Mukijo, selaku Kepala Pos Pantau Gunung Raung membenarkan hal tersebut. Namun dia mengatakan bahwa suara itu bukan berasal dari letusan Gunung Raung.

“Adanya suara dentuman dan getaran yang sempat dirasakan sebagian warga Bayuwangi itu bukan dari Gunung Raung. Karena hingga saat ini Raung sendiri tidak ada peningkatan yang signifikan,” terangnya.

Sementara, Agung Dwi Nugroho Prakirawan BMKG Banyuwangi, mengatakan bahwa suara dentuman bersumber bukan dari Gunung Raung. Informasi yang didapatnya, suara tersebut diduga berasal dari Meteor yang jatuh di wilayah Buleleng, Pulau Bali.

“Kita dapat info suara tersebut berasal dari meteor yang jatuh di Pulau Bali. Menurut informasi yang kita dapat, meteor itu jatuh di wilayah Buleleng,” tambahnya.

Agung menjelaskan, bahwa dari informasi didapatnya, suara itu tercatat di sinyal seismik BMKG Bali. Di wilayah Singaraja, rekaman seismik memiliki durasi 20 detik.

“Melihat anatomi seismogram tampak bahwa sinyal seismik tersebut bukanlah merupakan sinyal gempa bumi tektonik,” paparnya.

Baca Juga :  Pasuruan Geger ! Kakak Tega Bunuh Adiknya Pakai Cangkul

BMKG : Ledakan di Buleleng Bali Berasal dari Meteor Jatuh

BMKG Wilayah III Denpasar memastikan ledakan di Buleleng sekitarnya bukan merupakan sinyal sistemik gempa bumi, melainkan ledakan meteor atau ledakan darat. Suara dentuman keras yang terjadi Minggu (24/1) pagi pukul 10.27 Wita hingga terdengar masyarakat di Kabupaten Buleleng, Tabanan, dan Bangli, mendapat reaksi BMKG Wilayah III Denpasar.

Terkait suara ledakan ini menjadi perbicangan hangat netizen di media social, terutama Facebook. BMKG Wilayah III Denpasar memastikan ledakan tersebut bukan merupakan sinyal sistemik gempa bumi, melainkan ledakan meteor atau ledakan darat.

Imam Faturahman selaku Kabid Data dan Informasi Balai BMKG Wilayah III Denpasar menyatakan, belum bisa mengonfirmasi penyebab munculnya dentuman keras yang terjadi di Buleleng.

Namun berdasar hasil pantauan, terdapat anomali sinyal yang tercatat di sensor seismik Singaraja pada pukul 10.27 Wita.

Sinyal tersebut bukan merupakan sinyal seismik gempa bumi. Sebab sejak pukul 08.00 sampai bunyi ledakan terjadi itu tidak ada kejadian gempa bumi di wilayah Bali.

“Bunyi ledakan tersebut berdurasi sekitar 3-4 detik. Namun, berdasar catatan sensor kami, suara tersebut bukanlah berasal dari gempa bumi, melainkan seperti hasil dari letusan dinamit atau jatuhan meteor,” bebernya.

Pasca terjadinya ledakan tersebut tidak ada informasi terjadi kerusakan atau dampak lainnya. “Ya, kalau dampaknya sampai saat ini kami belum menerima info kerusakan atau dampak dari tentuman tersebut,”pungkasnya.(alv/wid)

Penulis : Alfian / Koresponden Bali : Widya
Editor : d79