AXFC Berikan Bantuan Kepada Panti Asuhan Muhammadiyah Batusangkar

71

Tanah Datar (padangexpo)

AXFC (Avanza Xenia Find Club) adalah sebuah komunitas penggemar kendaraan roda empat yang berlogo Toyota dan Daihatsu, yang di dirikan bertujuan untuk menggalang aksi sosial di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah komunitas AXFC Sumatera Barat yang di dirikan pada 14 Juli 2017.

Yentti Fendri, Ketua komunitas AXFC Sumbar yang akrab disapa “mandeh” oleh anggota komunitas mengatakan bahwa di Indonesia AXFC berdiri 10 tahun yg lalu, tepatnya 28 Februari 2010.

“Untuk di Sumatera Barat AXFC Chapter Sumbar sudah berdiri 14 Juli 2017. Untuk di Sumbar, komunitas AXFC sudah satu dekade eksisnya dan itu tersebar di kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan dan Kota Solok, Kota Padang, Kabupaten 50 Kota, Kota Bukittinggi dan Kabupaten Pasaman  Pasaman Barat, Sawahlunto, Payakumbuh serta Tanah Datar, kota Batusangkar,” ujar Mandeh Yentti kepada Padang Expo, Minggu (30/01) di Istano Basa Pagaruyung.

Avanza Xenia Fans Clun (AXFC) Sumbar kembali melakukan kopi darat yang ke 22 di Istano Pagaruyung, Tanah Datar dengan di ikuti 20 member se Sumatera Barat.

” Tujuan aksi kita kali ini adalah untuk menyalurkan bantuan berupa beras, minyak dan telur kepada panti asuhan Muhammadiyah, Batusangkar,” pungkas Ketua AFXC Sumbar tersebut.

Menambahkan, Riki Rikarno yang biasa di panggil Q. Noy selaku tuan rumah AFXC Batusangkar juga mengatakan, di samping sebagai ajang silaturahmi antar member, juga untuk menggalang aksi sosial.

” Kami AXFC Chapter Sumbar sangat peduli dengan anak-anak yang putus pendidikan krn kurang mampu, yang kadang membuat mental anak terguncang, sehingga bisa membuat depresi, seperti salah seorang anak dari Kubang Landai Batusangkar, sehingga dengan keprihatinan tersebut kami AXFC Chapter Sumbar, badoncek untuk sedikit meringan biaya pengobatan anak kita tersebut, dan akan kita usahakan mencari sumber- sumber biaya untuk pengobatan ke instansi/stakeholder terkait, dengan dilaksanakannya kopdar yg ke 22 AXFC Sumbar di Kota budaya juga merupakan pengenalan budaya sekaligus situs Istano Pagaruyung ke masyarakat luas,” pungkas Qnoy.(Dwi)

Baca Juga :  Pasca Galodo Nagari Malalo, Tim Survey Telusuri Aliran Sungai Bencana Galodo