Baznas Pessel Targetkan Penerimaan Zakat Tahun 2021 Sebesar Rp 12,8 Miliar

0

Pesisir Selatan (padangexpo.com)

Dengan suksesnya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengumpulkan penerimaan zakat sebesar Rp 12,4 miliar dari target Rp 11 miliar tahun 2020, memasuki tahun 2021 target penerimaan ditingkatkan menjadi Rp 12,8 miliar.

Angka itu diyakini bisa tercapai karena cukup besarnya potensi yang bisa digali.

Ketua Baznas Pessel, Yuspardi, mengatakan bahwa pencapaian melebihi dari target itu memang berkat upaya maksimal yang dilakukan jajaranya selama tahun 2020, Senin (11/1/2021)

Tentunya dengan cara menggali sumber-sumber yang memiliki potensi pemasukan, dengan sasaran utamanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Karena mendapat dukungan dari semua perangkat daerah yang ada, serta juga dari Kementerian Agama (Kemenag) Pessel, sehingga pencapaian tahun 2020 melebihi dari target. Dikatakan demikian, sebab tahun 2020 target pemasukan kita hanya sebesar Rp 11 miliar, sementara yang tercapai Rp 12,4 miliar. Karena capaian itu, sehingga tidaklah berlebihan jika tahun 2021 ini, target pendapatan Baznas Pessel kita naikan menjadi Rp 12,8 miliar,” katanya.

Walau target penerimaan sebesar Rp 12,8 miliar, tapi realisasinya diyakini Yuspardi hingga akhir tahun 2020 nanti akan bisa melebihi dari target yang dipasang.

“Sebab itu telah dibuktikan di tahun 2020,” ujarnya.

Disampaikannya bahwa berkat capaian target itu, sehingga pihaknya mampu melakukan berbagai program kegiatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Beberapa kegiatan itu diantaranya, rehab dan bedah rumah tidak layak huni (RTLH), pemberian beasiswa, bantuan tambahan modal usaha keluarga kurang mampu, serta bantuan biaya berobat dan lainnya.

Terkait dengan capaian dan juga persoalan yang dihadapi selama tahun 2020, pihaknya akan menjadikan sebagai momen evaluasi terhadap kinerja selama satu tahun.

Baca Juga :  Dinsos PPPA Pessel Sosialisasikan dan Simulasi Kabupaten Layak Anak

“Evaluasi ini juga dilakukan terhadap sistem penyaluran, maupun dalam hal mencari sumber-sumber pemasukan agar target yang dipasang sebesar Rp 12,8 miliar ini benar-benar terwujud,” ujarnya.

Ditambahkan lagi bahwa ada beberapa faktor yang membuat capaian penerimaan zakat bisa maksimal bahkan melebihi dari target yang dipasang.

Diantaranya, sudah mulai bangkitnya kesadaran masyarakat terutama di lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menunaikan dan menyalurkan zakatnya ke Baznas.

“Termasuk juga berkat keseriusan pemerintah daerah melakukan sosialisasi secara intent setiap ada kesempatan,” tutupnya. (wild/dyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here