Pentingnya Arti Keselamatan Pada Tangan dan Jari

45

Secara umum aktifitas sehari-hari manusia tidak terlepas dari tangan dan jari, yaitu: mencuci tangan, mengambil barang, mengetik, menyiapkan makanan, memotong sayuran, dan berbagai hal lainnya yang selalu meggunakan tangan dan jari.

Akan tetapi apakah kita sadar jika tangan dan jari mengalami cidera akibat dari kelalaian suatu aktfitas sehingga menimbulkan rasa sakit, ketidaknyamanan, atau berkurangnya fungsi tangan dan jari? Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk melakukan berbagai hal agar melindungi tangan dan jari terhindar dari cidera atau kecelakaan terutama di tempat kerja.

 Menurut survei yang pernah dilakukan oleh Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) pada tahun 2017, lebih dari 42% cidera yang paling banyak diderita oleh pekerja yang bekerja di industri minyak dan gas, kosntruksi, pertambangan, manufaktur, pergudangan, dan transportasi, adalah pada tangan dan jari akibat benturan. Penilitan yang sama juga dilakukan oleh Safe Work Australia dimana dengan persentase yang sama tangan dan jari menjadi sumber cidera yang paling sering dilaporkan.

Biaya yang timbul akibat cidera tangan dan jari juga mahal, tidak hanya biaya perawatan medis dan efek premi asuransi pertanggungan kerja, tetapi hilangnya produktivitas selama proses penyembuhan, atau, dalam kasus cidera yang ekstrim, berkurangnya produktivitas kerja secara permanen akibat kerusakan atau hilangnya anggota gerak pada tubuh pekerja.

Hal terburuknya adalah dari hasil statistik yang dipaparkan oleh OSHA bahwa 70,9%, cidera tangan dan jari bisa dicegah dengan alat pelindung diri (APD) yang tepat, khususnya sarung tangan keselamatan.

Tetapi, sekitar 70% pekerja tidak memakai pelindung tangan dan jari yang tepat untuk tugas dan pekerjaan mereka. Setiap pekerjaan pasti punya resiko cidera pada tangan dan jari, walaupun si pekerja sudah merasa ahli dengan pekerjaan yang dilakukannya. Oleh sebab itu, sangat penting bagi seorang Manager Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk mengenali risiko utama yang mempengaruhi industri mereka. Contohnya adalah :

  1. Dalam industri minyak & gas, pekerja berurusan dengan peralatan berat, kadang-kadang peralatan yang licin (karena kehadiran atau adanya minyak atau pelumas) dapat mengakibatkan luka akibat goresan atau kehancuran.
  2. Dalam industri konstruksi, banyak cidera terjadi karena penggunaan alat-alat listrik, mesin berat atau kelelahan yang terjadi pada pekerja.
  3. Dalam industri pertambangan & kereta api, kondisi pencahayaan rendah dan peralatan tajam atau berat yang digunakan dapat menyebabkan cidera tangan.
  4. Dalam industri manufaktur, penggunaan peralatan besar, sistem pengangkutan dan mesin dapat dengan cepat mengakibatkan cidera yang sangat buruk karena menempatkan tangan secara tidak sengaja di tempat yang salah.
Baca Juga :  Dilema Pokir DPRD, Diantara Penjemputan Aspirasi dan Menguras APBD

Dari contoh diatas, sangatlah penting bagi seorang Manager K3 untuk mengembangkan rencana keselamatan tangan dan jari karena adanya perbedaan faktor lingkungan dan risiko yang dihadapi oleh suatu industri yang sesuai dengan organisasi mereka.

Untuk mengembangkan program tersebut, Manager K3 harus melakukan penilaian risiko dan analisis keselamatan kerja pada setiap aktifitas pekerjaan yang ada di lingkungan tempat mereka bekerja untuk membantu pekerja memahami risiko yang mungkin dihadapi. Proses ini akan membantu Manager K3 mengenali risiko utama untuk dikembangkan menjadi sebuah prosedur, program pelatihan, dan mengidentifikasi APD yang baik dan benar, dan hal-hal lain yang diperlukan untuk mengurangi risiko cidera pada pekerja serta pengembangan prosedur tanggap darurat yang tepat jika terjadi kecelakaan kerja atau cidera. (Endrias W/red)