Baru Hitungan Hari Direktur Dipindah, Pelayanan RSUD Gantiang Padang Panjang Kasar dan Tak Harmonis, Seorang Pasien Terpaksa Dibawa Pulang  

56

| padangexpo.com

Baru hitungan hari dokter Ardoni selaku Direktur RSUD Gantiang meninggalkan tempat kerjanya pindah tugas, sebagian perawat medis sudah mulai memperlihatkan wajah aslinya kembali.

Akibat Pelayanan RSUD Gantiang Padang Panjang kasar dan tidak harmonis, akhirnya Pasien RSUD Gantiang Mahyudin Indo Katik dibawa keluarga pulang dengan Kondisi yang Memprihatinkan.

Sewaktu Ardoni bertugas di RSUD Gantiang dalam apel pagi selalu menerapkan, mengimbau agar dokter dan perawat medis bekerja santun sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), seandainya tidak sesuai SOP siap-siap untuk menerima sangsi seperti seperti dipindahkan dari lokasi kerja dan lainnya.

Hal itu sering dilakukan semasa beliau menjadi Direktur RSUD Gantiang, guna meningkatkan pelayanan prima dan sekaligus memberikan efek jera kepada  perawat medis (tenaga kesehatan) disana yang bekerja tidak sesuai SOP.

Dibeberkan oleh Syafriyanto, beberapa hari lalu perawat medis di ruang perawatan Bedah, THT, Mata di RSUD Gantiang sudah mulai menampakkan wajah aslinya kembali, memperlakukan keluarga pasien dengan kata yang kurang baik dan kasar.

Sewaktu saya mengantar nasi untuk adik kami yang sudah beberapa hari menunggui sang ayah tercinta Bapak Mahyudin Indo Katik di RSUD gantiang Padang Panjang pada hari Selasa malam sekitar jam 19.30 WIB.

Saya masuk ruangan bangsal bedah meminta izin kepada satpam yang berada diruang penjagaan, setelah itu lebih kurang 5 menit di ruangan Bangsal bedah masuklah 4 orang perawat medis dan bertanya kepadanya dengan nada yang agak keras.

Perawat itu bertanya, bapak siapa, bapak sudah dari tadi sore say

Pasien RSUD Gantiang Mahyudin Indo Katik terpaksa dibawa keluarga pulang dengan Kondisi yang Memprihatinkan.

a lihat masuk ke ruang ini sebut salah seorang perawat dengan sikap yang sangat tidak bersahabat.

 

Hampir secara bersamaan dengan nada tinggi dan mereka juga mengatakan, saya tau siapa satu orang lagi yang menunggui pasien Mahyudin nanti malam, nanti kalau dia datang saya usir keluar dari ruangan ini sebut perawat yang lainnya dengan nada jutek sambil menengok ke arah adik kami, sebutnya.

Baca Juga :  Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran,BBA : HAB ke 74 "Tebarlah Kedamaian Lahirkan Cinta dan Kasih Sayang"

Hal itu dijawab oleh Syafriyanto,  saya baru datang sekitar 5 menit lalu kalau ibuk-ibuk perawat tidak percaya coba tanya sama keluarga pasien disebelah kami, imbuhnya

Dan perawat medis tersebut tetap tidak percaya atau mempedulikan jawaban itu, dengan nada yang kurang bersahabat lansuang dia bilang begini, bapak sudah dari sore tadi saya lihat, bapak masuk dengan membawa sebuah jinjingan katanya dengan nada sinis.

Dan pada saat itu juga perawat yang satunya lagi langsung marah kepada adik saya yang menunggui orang tua kami setiap harinya.

Kamu sering menerima tamu susah untuk diatur, dan saya tau siapa saudara kamu yang ikut berdua dengan kamu menunggui nanti malam, kalau dia datang saya akan usir dia, sebut perawat itu kesal.

Baik-baik saja kamu disini, karena kita akan sering bertemu kata perawat itu, nanti tidak enak jadinya sebut perawat dengan nada setengah mengancam pada adik kami.

Dengan tingkah laku yang di perlihatkan oleh Perawat tersebut adik kami jadi takut, dan setelah kompromi dengan kakak-kakak yang lainnya, akhirnya kami sepakat untuk membawa ayah kami pulang ke rumah pada hari Jumat sore 19/02/2021 kemarin, katanya.

Pada hal pada hari Rabu sebelumnya dokter telah menyampaikan kepada kami akan memindahkan pasien ayah kami keruangan bagian saraf, karena sudah ada kemajuan dan respon dari pasien, sebutnya

Disampaikan juga oleh Syafriyanto, pada Rabu siang sebelumnya, buk Neng karu bedah (kepala ruangan bedah) menelpon saya dengan memakai HP adik saya, setelah menanyakan perihal kejadian, dan atas nama karu bedah Mohan maaf dengan telah membuat keluarga pasien kurang nyaman.

Dalam telepon disampaikannya juga bahwa pasien bapak Mahyudin akan kami pindahkan ke ruangan bagian saraf, atas informasi dari dokter karena bapak sudah ada kemajuan dari waktu sebelumnya dan kedepan akan ditangani oleh dokter bagian syaraf sebutnya.

Baca Juga :  KONI – Disporapar Tandatangani NPHD 2020 Refocus, RAB Hanya Tersisa Rp 500 Juta

Sebelum kami membawa ayah kami pulang, di hari Jum’at itu saya juga bertemu dengan kasi  keperawatan yaitu Bapak Herki Toni, SKM, MARS juga dihadiri oleh ibu Neng dari karu bedah.

Setelah berbincang-bincang panjang lebar, Herki akan mengumpulkan Perawat tersebut, mereka yang telah melakukan pelayanan yang tidak sesuai dengan SOP akan diberikan sangsi nanti sebut Herki Toni.

Terkait pelayanan yang tidak menyenangkan dari petugas medis (tenaga kesehatan) di RSUD, menurut Syafriyanto Hal tersebut tentulah harus menjadi PR bagi Direktur RSUD yang baru, dr Lila Yanwar.MARS. dalam melakukan pelayanan yang prima dengan tidak membedakan pasien kelas 1, kelas 2, dan pasien kelas 3. Antara yang miskin dengan yang kaya.

Sebab, perlakuan pelayanan oleh petugas medis tersebut juga tidak sejalan dengan Visi Misi kota Padang Panjang dalam meningkatkan pelayanan prima bagi masyarakat.

Sebagaimana disampaikan oleh Wali Kota Padang panjang Bapak H Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, dalam pelantikan direktur RSUD yang baru, pada hari Senin 15  Februari 2021 lalu, agar melakukan pelayanan yang super dan excellent dari segala lini, harus diterapkan di RSUD.(YB)