Founder Batik Loempo Bantah Tudingan Masuk Dalam LHP BPK RI Terkait Penyimpangan Dana CoVID-19 di Sumbar

62
Konferensi Pers Bersama Founder Batik Loempo Novia Hertini, Padang Rabu 24 Februari 2021. (Ist.)

| padangexpo.com

Air mata terlihat menggenang di pelupuk mata Novia Hertini, sang Founder Batik Lumpo. Kesedihan mendalam, sangat jelas tergurat dari raut wajahnya meski mulut dan hidungnya ditutupi masker.

Ya, wajar wanita berkacamata ini sedih, sekaligus kecewa. Karena, namanya dikait-kaitkan dengan dugaan penyelewengan pengadaan hand sanitizer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar untuk penanggulangan darurat bencana Covid-19 tahun 2020 lalu. Padahal, sedikitpun dan sama sekali wanita peraih Anugerah Upakarti tahun 2020 dari Presiden Joko Widodo ini tak pernah bersentuhan dengan yang namanya pengadaan hand sanitizer apalagi berurusan dengan BPBD Sumbar. Namun entah kenapa, tiba-tiba namanya muncul dalam pemberitaan di media online. Sumber berita media online itupun dari lembaga resmi yakni Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumbar dan BPBD Sumbar.

“Bak petir di siang bolong, saat saya dapat kabar dari teman-teman wartawan, nama saya Novia Hertini diberitakan masuk dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI untuk pengadaan hand sanitizer dalam penanganan darurat bencana Coviod-19,” ungkap Hertini, sang Pendiri Asosiasi Pengusaha Perancang Mode (APPMI) Sumbar ini kepada sejumlah media di Padang, Rabu (24/2/2021) malam di sebuah hotel di Padang.

Founder Batik Loempo, Novia Hertini (Ist.)

Bagi Hertini, pemberitaan itu jelas menyentak batin wanita yang mengawali karirnya di bidang fashion, sekaligus bergerak dalam pembinaan UMKM serta pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga. Pemberitaan itu jelas berpotensi mencemarkan nama baiknya sebagai pengusaha batik lumpo yang meraih anugerah dari Presiden RI.

Lalu bagaimana?, apakah Novia Hertini akan membalas pemberitaan itu dalam bentuk bantahan atau klarifikasi? Ternyata Novia lebih memilih memaafkan pihak-pihak yang berkaitan dengan pemberitaan tersebut, atau pihak-pihak yang menyebut namanya terlibat dalam pengadaan hand sanitizer yang kini tengah ditangani oleh Pansus DPRD Sumbar.

Baca Juga :  DPRD Kota Padang Setujui Ranperda Tentang APBD TA 2021 Menjadi Perda

“Sedikitpun saya tak berniat untuk membalas atau melaporkan ke jalur hukum karena telah mencemarkan nama baik saya. Saya lebih memilih meluruskannya dan mendoakan pihak-pihak yang menyebut nama saya sebagai orang yang turut terlibat dalam pengadaan hand sanitizer itu, selalu dalam lindungan dan mendapat safaat dari Allah,” ucap Novia, desainer yang konsisten mengembangkan batik lumpo. (d79/red/rilis)