Kadis Perkim LH, Wita : Sampah Bukan Hal Menjijikkan, Jika Diolah Sangat Banyak Manfaatnya

51
Kadis Perkim LH, Desi Wita Susanti, ST (Dok: Kominfo)

| padangexpo.com

Pemerintah Kota Padang Panjang terus berupaya untuk mewujudkan daerah yang hijau dan bersih, oleh sebab itu Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) mengajak masyarakat untuk mengolah sampah.

Desi Wita Susanti, ST selaku Kadis Perkim LH mengatakan,”Sampah bukanlah sesuatu hal yang menjijikkan, jika kita bisa mengolahnya dengan baik akan banyak manfaatnya,” terangnya, Senin, 8 Februari 2021.

Sampah merupakan hasil buangan proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sampah juga bisa diartikan sebagai sisa kegiatan manusia sehari-hari dan proses alam, yang membentuk sampah organik dan sampah anorganik, dan manfaat dari sampah tersebut sangat banyak.

Dalam hal ini Wita mengatakan, bahwa pihaknya telah banyak melakukan sosialisasi pada masyarakat, melalui kader lingkungan dalam pengelolaan sampah ini.

“Saat ini kita sudah memiliki 32 kader lingkungan, masing-masingnya ada dua orang per Kelurahan. Kader ini nantinya yang melakukan sosialisasi pada masyarakat dalam pengelolaan sampah organik,” terang Wita.

Pengelolaan sampah organik ini sangat mudah,”Contohnya sisa daun kulit bawang merah, kentang, wortel, bawang putih juga bisa dijadikan pupuk dengan cara mencampur ke tanah untuk bisa dijadikan kompos,” ulasnya.

Sebagaimana kita ketahui, sampah organik dapat dijadikan kompos, namun masih banyak yang belum tahu cara pengolahannya dan dimanfaatkan untuk pertanian, sebab butuh ketelatenan dan melalui tahapan yang benar. Apabila tidak telaten, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk sederhana. Hanya diperlukan suatu lubang untuk pembuangan sampah organik di tanah dan tunggu hingga membusuk hingga menyerupai tanah. Unsur hara yang dihasilkan tersebut dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman, ujar Wita.

“Saat ini yang sedang trend adalah eco enzyme yang kaya sekali akan manfaat dan pembuatannya cukup mudah dan bisa dirumah. Kita cukup mengumpulkan kulit buah-buahan, sayuran lalu ditambahkan dengan gula aren dan ditutup rapat, kemudian didiamkan selama tiga bulan makan akan eco enzyme,” ulasnya.

Baca Juga :  Herman (Baher) Kembali Salurkan Bantuan Alat Disinfektan di Nagari Panyalaian

Eco enzyme sendiri bisa dimanfaat untuk perawatan pada kulit, untuk pupuk bahkan bisa juga dipergunakan untuk mencuci piring dan lain-lain.

Ia juga menjelaskan,”Khusus untuk eco enzyme, saat ini telah bekerjasama dengan TP PKK untuk melakukan sosialisasi cara pembuatannya, hal ini berguna agar masyarakat bisa mengetahui apa sebenarnya manfaat eco enzyme serta cara pembuatannya, sehingga nantinya masyarakat tidak mau lagi membuang sampah yang akan bisa diolah,” tutupnya. (d79/red)