KPK : Diduga Stafsus Edhy Prabowo, Berikan Barang dan Perhiasan Mewah Pada Seorang Wanita

31
Barang bukti kasus dugaan korupsi Edhy Prabowo /Screenshoot Antara TV

| padangexpo.com

Terkait pemberian perhiasan dan barang mewah lainnya yang dilakukan oleh APM untuk wanita pengurus rumah tangga Devi Komalasari, KPK mengkonfirmasi bahwa APM merupakan staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (pada saat itu).

Dalam hal ini, Ali Fikri selaku Plt Jubir KPK mengatakan dalam rilisnya pada wartawan, kemarin penyidik KPK telah memeriksa Devi sebagai saksi kasus dugaan suap izin ekspor benih benur.

“Telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh tim penyidik KPK terkait adanya barang diantaranya berupa perhiasan, jam tangan mewah, dan lainnya yang diduga diterima oleh saksi dari tersangka APM,” terangnya, Jumat, 5 Februari 2021.

Ali menjelaskan nantinya, penyidik juga akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak lain terkait jenis dan jumlah pemberian barang mewah tersebut.

Tersangka lain dalam kasus ini selain Edhy dan APM adalah staf khusus Kementerian KP Safri, pengurus PT.ACK Siswadi, sektretaris pribadi Menteri KP Amril Mukminin dan staf istri Menteri Ainul Faqih serta pengusaha Suhartijo.

Diduga Edhy menerima sejumlah uang dari Suharjito selaku Chairman Company PT.Dua Putera Perkasa (DPP).

Sebelumnya diketahui, perusahaan Suhartijo telah mengirim benih lobster sebanyak 10 kali dengan menggunakan jasa cargo PT Aero Citra Kargo (ACK).

Pengiriman benih lobster tersebut hanya dapat melalui Forwarder PT. Aero Citra Kargo dengan biaya pengiriman sebesar 1.800/ ekor, terang Ali.

Ali menerangkan, adanya dugaan upaya monopoli tersebut dimulai dengan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diterbitkan Edhy pada 14 Mei 2020, ujarnya. (UC/Tim)

Baca Juga :  Kadiv Humas Polri: Pelayanan Publik SIM, STNK dan BPKB, Kembali Dibuka