Lumpuh Pasca Keributan, Mahyudin Katik Warga Tanah Datar Butuh Uluran Tangan Dermawan

194

| padangexpo.com

Allah SWT memberikan berbagai cara untuk mempersatukan tiga orang wanita Se Ayah dan Se Ibu itu.

Sudah puluhan tahun silam tidak pernah tegur sapa dan disini kita ambil hikmahnya sebut mereka  bertiga.

Seketika musibah menimpa ayah mereka berawal dari sebuah keributan, dan ayah mereka kena bacok di bagian dahi kiri.

Pasca terjadinya keributan tersebut, sekarang Bapak Mahyudin Katik mengalami kelumpuhan di bahagian tubuh di sebelah kanan.

Kejadian itu terjadi di jorong sikadunduang Kanagarian Singgalang pada hari Rabu 10 Februari 2021 lalu.

Dan sampai hari Senin tanggal 15 Februari 2021 sekarang sang ayah masih kritis belum sadarkan diri di RSUD Ganting Padang Panjang.

Sebut saja anak yang paling sulung dengan panggilan Dewi, yang nomor 2 bernama Fitri, sedang yang paling bungsu disapa dengan Yelmi Susanti.

Dewi, dengan Fitri sudah puluhan tahun saling tidak teguh sapa karena ada pihak lain yang sengaja tidak ingin melihat keluarga ini bersatu.

Sedangkan si bungsu selalu berada ditengah tanpa dapat berbuat banyak, tetapi dengan telah terjadinya peristiwa yang tragis itu akhirnya mereka jadi Bersatu kembali.

Dewi juga mengatakan selaku anak yang paling besar kita ambil hikmahnya dari semua kejadian itu.

yang mana selama ini kita beradik kakak tidak pernah tegur sapa dan sekarang kita sudah memahami satu sama lainnya.

Dalam merawat dan menunggui sang ayah kita juga berjanji untuk menjaga kerukunan dan kekompakan ini hingga akhir hayat nanti, imbuh mereka bertiga.

Pada kesempatan itu disampaikan oleh Dewi selaku anak yang tua kepada wartawan, Kedua belah pihak yang  bersengketa kami juga telah membuat suatu surat perdamaian dengan pihak sebelah.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar, Berikan Solusi Tambahan Untuk Ruang Belajar Terkait PPDB Online SMA di Padang Panjang

dan  disaksikan juga oleh mamak kedua belah pihak dan di diketahui juga oleh wali nagari Singgalang.

karena kedua orang tua yang berselisih paham tersebut mempunyai hubungan antara Mamak rumah dengan urang sumando, sebut Dewi.

Cuma yang sangat memprihatinkan ayah kami tidak memiliki BPJS, sedangkan pihak sebelah juga orang yang tak punya untuk menanggung semua biaya pengobatan ayah kami.

Sedangkan pertama ayah kami di bawah ke IGD RSUD gantiang setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, dan saat itu juga kami diberi surat untuk rujukan ke M, Djamil Padang.

Karena ayah harus dilakukan CT Scan di bagian kepala, untuk mengetahui sejauh mana terjadinya pendarahan di otak, sehingga pasien mengalami kelumpuhan tubuh dibagian sebelah kanan, sebut Dewi.

Dengan tidak adanya BPJS bagai mana kami harus melakukan permintaan dokter tersebut, sedang untuk awal hari pertama saja sudah disampaikan tunggakan Rp 1.500,000,. dan sampai sekarang sudah 6 hari, mencapai lebih kurang 4 juta, imbuhnya.

Selanjutnya dokter mencoba menghubungi rumah sakit Ahmad Muhtar dan alat CT Scan nya rusak,

Dan selanjutnya kami di anjurkan untuk ke rumah sakit stroke di Bukittinggi, dengan rincian kalau tidak memiliki BPJS kesehatan  dengan angka yang cukup besar, itu juga tidak mungkin kami lakukan, kata Dewi

“Jadi untuk kelancaran pengobatan ayah mereka, tiga orang dari anak Bapak Mahyudin Katik tersebut membutuhkan dana sebesar 15 juta rupiah untuk bia pengobatan yang cukup panjang,

Demi kelancaran pengobatan ayahnya, semoga ada hamba Allah ada yang berkenan untuk memberikan sedikit rezekinya kepada keluarga Bapak Mahyudin Katik.

Bagi para dermawan yang ingin membantu bisa menyalurkan untuk biaya pengobatan Bapak Mahyudin Katik ke Bank BRI dengan Nomor rekening: 5459-01-019675-53-7 (a/n. YELMI SUSANTI) nomor yang bisa dihubungi  0812-7059-1238 (a/n. YELMI SUSANTI)

Baca Juga : 

Saat ini Mahyudin Katik tinggal di Jorong Sikadunduang Kanagarian Singgalang X koto Kabupaten Tanah Datar.

Sebelumnya kami sekeluarga juga mengucapkan terimakasih kepada semua, Bapak Ibu kami, wasalam .(YB)