Wilayah DKI dan Sekitarnya Terendam Banjir, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi

39

| padangexpo.com

Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (19/2) malam mengakibatkan banjir di 139 rukun tetangga (RT) dan 1.380 jiwa harus mengungsi.

Banjir tersebut menggenai sekitar kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan rincian 29 rukun warga (RW) terdampak di Jakarta Selatan terdiri dari 44 RT dengan ketinggian 40 cm-150 cm dan terdapat pengungsi sebanyak tujuh Kepala Keluarga (KK) dengan total 19 jiwa.

Sedangkan di wilayah Jakarta Timur ada sekitar 50 RW terdampak banjir yang terdiri dari 143 RT dengan ketinggian debit air 40 – 180 cm. 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi, sedangkan di Jakarta Barat terdapat empat RW dan enam RT terdampak banjir.

Sabdo Kurnianto selaku Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta mengatakan untuk secara keseluruhan sebanyak 193 RT dari total 30.470 RT yang terdampak dengan persentase sebesar 0,633 persen dan jumlah pengungsi di seluruh DKI sebanyak 379 KK dengan total 1.380 jiwa.

Sabdo mengatakan,”Selain itu, dapat kami sampaikan bahwa sejumlah wilayah yang masih terdampak tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan, serta luapan PHB Sulaiman, Kali Sunter, Kali Cipinang di Jakarta Timur,” Sabtu, 20 Februari 2021.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu pukul 01.30 WIB dini hari, terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi merata di wilayah Jabodetabek. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Ibu Kota terdampak banjir.

Jajaran Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan unsur TNI/Polri, kelurahan setempat, relawan, hingga masyarakat telah bersiaga menyiapkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menghadapi semua kemungkinan.

Baca Juga :  Kunjungan Wapres RI ke Ponpes An-Nawawi Tanara, Den Gegana Brimob Banten Lakukan Sterilisasi

Selain itu juga tanggap dengan memantau secara intensif perkembangan cuaca sehingga bisa merespon dengan cepat apa pun kondisinya. Serta menggalang kekuatan dari berbagai sumber daya dan memanggul tugas secara bersama.

“Hingga saat ini tidak ada korban jiwa. Sedngkan kondisi genangan sedang ditangani oleh Dinas Sumber Daya Air, Damkar, dan PPSU Kelurahan yang ditargetkan akan surut dalam waktu cepat. Kami juga masih mengerahkan personel untuk memantau situasi di lokasi-lokasi yang rawan terdampak genangan,” ujar Sabdo.

Dalam hal ini, masyarakat diimbau agar tetap waspada, jika terjadi keadaan darurat dapat menghubungi Call Center 112, serta melaporkan jika menemukan genangan/banjir melalui aplikasi JAKI dan peta bencana. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan 3M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak. [HM]