40 Tahun Tak Bertemu, Dunia Maya Mempertemukan Tali Persaudaraan

65
Foto dari kiri Syafrizal Asbon dan Kanan Syafri Yanto Ka Biro padangexpo (Ist)

| padangexpo.com

Seakan tidak percaya, tetapi ini memang nyata setelah 40 tahun lebih tidak bertemu dengan kakak ku syafrizal Asbon.

Awalnya pada jam 10.00 pagi Senin 8 Maret 2021 lalu, masuklah sebuah salah satu permintaan pertemanan di Facebook meminta pertemanan atas nama Syafrizal Asbon, dengan memakai profil foto biodata kakak ku yang masih remaja.

Karena tidak percaya aku pun tidak terlalu menanggapi permintaan pertemanan di Facebook tersebut, sebab aku sudah menganggap kakak ku yang sudah puluhan tahun tidak pernah jumpa lagi dan kami sekeluarga juga menganggap dia sudah meninggal dunia selama ini.

Pada tahun 1981 Syafrizal asbon pergi merantau meningkatkan kampung halaman Padang Panjang kota Serambi Mekah tercinta, guna untuk mencari sebuah pekerjaan, dengan arahnya ke Singapura untuk naik kapal, menjadi awak kapal saat itu.

Di awal-awal tahun itu sering menulis surat buat orang tua diwaktu papa masih hidup, dan buat keluarga tercinta yang ditinggal di kampung halaman.

Setelah beberapa waktu berjalan surat dan kabar pun sudah tidak pernah terdengar lagi, bahkan sampai orang tua laki-laki kami meninggal dunia pada tahun 1987.

Sebelum tahun 1987, sebelum orang tua kami meninggal dunia, papa pernah bercerita kepada teman dekatnya yang mana dia sangat merindukan sekali untuk bertemu dengan  anaknya yang nomor 2 tersebut, tapi apa boleh dikata Allah SWT berkehendak lain papa meninggal dunia lebih dulu.

Di hari Senin, ini kami lima orang beradik kakak ada sedikit urusan yang harus kami selesaikan di Polres Padang Panjang, dan kebetulan kami sedang berkumpul saat itu.

Setelah pulang dari Polres saya menindaklanjuti masalah permintaan pertemanan di  Facebook tentang ada nama Syafrizal Asbon tersebut dan kakak saya Syaiful sangat merespon menanggapi, begitu juga adik saya yang perempuan Evi Sofia.

Baca Juga :  Yayasan Pendidikan Thawalib Padang Panjang Dapatkan Kado Terindah di Hari Santri Nasional ke-4

Dengan rasa penasaran Evi Sofia mencoba menghubungi lewat messenger karena tidak memiliki nomor HP yang akan kami hubungi.

Dan, waktu itu sempat bicara sebentar yang juga pembicaraan singkat terputus-putus, dan akhirnya kami saling bertukan nomor handphone.

Tidak lama waktu berselang masuk telepon kembali, lalu Evi mengangkat telepon tersebut, dia mengatakan “ini da Can” katanya, karena panggilan kakak kami memang Can.

Dengan rasa penasaran Evi meminta untuk video call, rupanya orang yang menelpon itu benar-benar adalah kakak kami yang sudah 40 tahun silam tidak pernah bertemu.

Akhirnya kami sempat Video Call lebih kurang selama tiga jam, ibu kami Yuniar yang selama ini selalu berdoa kepada Allah SWT untuk anaknya tercinta, akhirnya dipertemukan juga walaupun itu lewat Video Call.

Di waktu video call itu kakak kami juga ditemani oleh anak 6 orang anaknya juga beserta beberapa orang cucu. kami saling mengenalkan anak dan cucu masing-masing.

Walaupun pertemuan itu hanya lewat Video Call, yang jelas kami sekeluarga juga dapat melepaskan rindu, apa lagi ibu dan kakak kami syafrizal Asbon sambil menangis haru, dan juga terlihat bahagia sekali telah saling dipertemukan.

Saya, Syafriyanto adalah anak yang nomor 4 dari 8 bersaudara, Padahal sewaktu setiap mau sholat Jum’at saya sering mengirimkan doa agar diampuni dosa-dosanya dan dilapangkan kuburnya, juga sedekah buat papa, dan dua orang kakak saya yang paling besar Syafril Asbon, dan termasuk syafrizal Asbon (Can) anak yang nomor 2 dari keluarga kami yang saya anggap sudah Almarhum.

Tetapi sekarang ini Allah SWT berkata lain, walaupun belum pernah bertemu wajah secara langsung yang pasti ini bukanlah mimpi, ini adalah sebuah kenyataan.

Baca Juga :  Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran,BBA : HAB ke 74 "Tebarlah Kedamaian Lahirkan Cinta dan Kasih Sayang"

Menang benar Allah itu maha besar, dia berkehendak dan berbuat tanpa kita sebagai manusia dapat untuk menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

Harapan kami, semoga suatu saat nanti kita dapat berkumpul kembali bersama kakak kami, dan keluarga Syafrizal Asbon, juga bersama keponakan dan anak cucu ku di Malaysia sana.

Terimakasih ya Allah Rabb, yang telah membuat kami dapat saling berkomunikasi kembali, setidaknya buat anak cucu kami suatu waktu kelak ada mempunyai tali darah yang ada perantauan di Malaysia sana.

Sedikit kilas balik tentang keberangkatan kakak kami, Syafrizal Asbon pada tahun 80-an lalu dia tamatan SMP langsung menyambung sekolah ke STM Karya Padang Panjang.

Saat sekolah di STM karya dia kena marah dan ditampar oleh guru saat itu, lalu Syafrizal Asbon membalas tamparan tersebut kepada guru, dan dia pun berhenti sekolah saat itu.

Setelah beberapa waktu berselang ada teman yang mengajak untuk bekerja di luar negeri dengan bekerja sebagai awak kapal.

Menurut keterangan dari kakak kami dia turun kapal pada tahun 1988 dan kawin dengan orang Malaysia, setahun kemudian memiliki seorang putra, dan begitu selanjutnya sampai mereka memiliki 5 orang anak dengan pekerjaan berdagang.

Perihal kenapa tidak memberikan kabar kepada keluarga yang ada diranah Minang, karena semua surat hilang sewaktu turun kapal saat itu, bahkan alamat rumah orang tua sendiri jadi tidak ingat katanya.

Entah apa yang menggerakkan hatinya Syafrizal Asbon meminta buatkan Akun Facebook kepada anaknya yang sulung, dan setelah itu dia minta carikan nama-nama orang di Padang Panjang kepada anaknya.

Dan secara kebetulan dia melihat tampilan Facebook dengan nama Syafriyanto dan melihat foto, di sampaikan sama anaknya ini adalah adek Bapak katanya, coba kirim minta pertemanan dengan dia, sebutnya.

Baca Juga :  Herman (Baher) Kembali Salurkan Bantuan Alat Disinfektan di Nagari Panyalaian

Akhirnya semua berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan, dan kamipun sampai sekarang setiap harinya selalu melakukan pertemuan dengan tatap muka melalui Video Call.

Semoga Allah SWT dapat mempertemukan kami kembali bersama keluarga besar Asbon Sutan Marajo, Aamiin.

Oleh : Syafriyanto YB.