Berkas Perkara Tindak Pidana Ustad MS Terkait Pencabulan Anak di Bawah Umur Sudah P21

64

| padangexpo.com

Berkas Perkara Tindak Pidana pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh pengasuh Pondok Pesantren Uztad MS sudah dinyatakan lengkap (P21).

Hal tersebut dinyatakan berdasarkan surat dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Mentawai bulan Januari tahun 2021 dengan nomor surat B -32 / L.3-22/ Eku.1 / 01 / 2021, perihal pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana bahwa tersangaka Uztad MS sudah lengkap dan dinyatakan P21, di Mentawai, Rabu 17 Maret 2021.

Kapalres Kepulauan Mentawai AKBP. Mu’at, SH.,MM, melalui Iptu Imron SH.,MH Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai menjelaskan kepada media ini, bahwa pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 sekira pukul 19.00 Wib, bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Mentawai Kantor Penghubung di Kota Padang telah dilakukan kegiatan penyerahan tersangka Uztad MS sudah lengkap (P21) dan barang bukti perkara tindak pidana perbuatan cabul dari pihak penyidik Polres kepulauan Mentawai kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Iptu Imron mengatakan, bahwa dengan telah dilaksanakan serah terima tersangka MS beserta barang buktinya tersebut kepada JPU maka proses penyidikan yang dilakukan penyidik Polres Kepulauan Mentawai dinyatakan telah selesai dan Uztad MAHRUS SALAM sudah lengkap (P21) selanjutnya akan melaksanakan proses persidangan di Pengadilan.

Iptu Imron,SH.,MH menambahkan pada waktu serah terima tersangka Ustad MS beserta barang buktinya dari Penyidik Polres Mentawai, kepada Jaksa Penuntut Umum ada satu pertanyaan dari JPU kepada penyidik tentang perdamaian antara keduabelah pihak, antara tersangka dan korban.

Dan, penyidik Polres Mentawai memberikan penjelasan kepada JPU dengan berpedoman kepada UU perlindungan anak, dimana perkara terhadap anak (cabul) tidak termasuk ke dalam delik aduan, makanya mau ada perdamaian atau tidak kita tetap proses hukum, kata Iptu Irmron.

Baca Juga :  Menindaklanjuti Permintaan Mentawai, Ditjen PDT Bahas Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal

Dalam hal ini, tokoh masyarakat Mentawai, mengapresiasi kerja keras Polres Mentawai dalam menegakkan hukum di wilayah Kepulauan Mentawai,  oleh karena itu masyarakat Mentawai, akan selalu menwaspadai dan menjaga keluarga serta anak-anak perempuan, khususnya.

Kejahatan terjadi karena niat dan ada kesempatan, oleh sebab itu mari kita menjadi Polisi dalam keluarga, agar mencegah korban lainnya, katanya yang tidak mau menulis namanya di media. (Delau)