Menunggu Janji Politik Era Baru

47
Aldoris Armialdi

Penulis : Aldoris Armialdi  (Ketua Balai Wartawan Tanah Datar, PU Jurnal10.com)

Era Baru merupakan sebuah slogan dan jargon politik yang disematkan oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Tanah Datar, Eka Putra – Richi Aprian pada pemilu kepala daerah langsung tanggal 09 Desember 2020 lalu.

Pasangan anak muda yang cukup piawai dalam merobah perpolitikan Tanah Datar ini mampu mencuri suara mutlak dengan mendapatkan kepercayaan masyarakat, dapat merobah Tanah Datar menjadi kabupaten yang lebih baik, sejahtera dan dikenal oleh dunia.

Slogan dan jargon politik Era Baru ini, diakui para pengamat di Tanah Datar sangat memberikan pertumbuhan nilai pada masyarakatnya, baik itu nilai ekonomi, nilai kultur dan juga nilai sebuah marwah politik yang harus di pertahankan. Mereka juga menilai, pasangan Eka – Richi merupakan anak muda yang kreatif dan inovatif.

Dengan kemampuannya, daerah akan beruntung. Karena salah satunya merupakan tokoh nasional sebuah partai besar yang dikenal sangat dekat dengan tokoh-tokoh berpengaruh di negeri ini. Mereka dikenal sebagai pengusaha, yang terjun ke ranah politik ini tanpa mencari keuntungan, melainkan wakaf diri atas segala kemampuan yang dimiliki oleh pasangan pemimpin ini.

Penulis ingat saat pilkada Desember 2020 lalu, walau sudah usai, namun masih banyak perbedaan situasi pilkada yang harus di garis bawahi oleh statement pemimpin saat ini.

Secara umum, pilkada serentak nyata-nyata me-minimalisir pengeluaran “resmi” paslon (pasangan calon). Walau pungutan tidak resmi, money politics menjadi isu duduknya seorang pemimpin menjadi santapan saat pilkada. Termasuk Eka – Richi, namun semua terbantahkan karena tidak satupun bukti yang mengatakan mereka terlibat money politic.

Yang paling gegap gempita saat itu, adalah kampanye melalui media sosial. Sudah puluhan juta kalimat dinyatakan melalui media sosial berbasis internet. Facebook, twitter, blog, e-mail, sampai SMS tak henti melakukan kampanye, untuk dukungan seluruh calon peserta pilkada.

Baca Juga :  Analisis Penyalahgunaan Napza dengan Pendekatan Health Belief Model

Semuanya tak pernah berhenti berkampanye untuk mendukung pasangan calon yang dijagokan. Juga masih banyak perdebatan, sampai kampanye hitam (dan hasutan). Berbagai kampanye pada media sosial ini luput dari rambu-rambu larangan kampanye, karena berdalih kebebasan berbicara (secara individu).

Benar, kebebasan berbicara dijamin UUD pasal 28E ayat (2) dan ayat (3). Juga masih terdapat jaminan UUD pasal 28F, yang menyatakan: “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.”

Berbagai pesan propaganda dinyatakan dalam kampanye. Selain berisi janji, juga narsisme tentang ke-pribadi-an paslon. Pendek kata, paslon harus di-citra-kan hampir bagai “setengah dewa.” Mendekati sifat malaikat: bersih, selalu taat aturan, dan nyaris tanpa kesalahan sepanjang hidup. Seluruh narsisme dibuat lebay, berlebihan.

Tapi sekian hari, minggu sudah berlalu. Alat bukti ucapan itu masih ada yang terpampang dibeberapa tempat, dimana Era Baru mewakafkan diri untuk Tanah Datar, mampu mendatangkan nilai rupiah pusat ke daerah, memberikan bajak gratis bagi petani, menara telekomunikasi dan lain lain sebagainya. Dan yang sangat viral adalah kapal pesiar di Danau Singkarak yang menjadi program Era Baru.

Menurut penulis, Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar Eka Putra – Richi Aprian sudah saatnya meninggalkan euforia kemenangan dengan kegiatan ceremonial yang akan memberikan kritikan kepada pasangan ini.

Mereka sudah saatnya menjabarkan apa-apa yang akan diberikan kepada masyarakat. Komentar “kami belum bekerja” adalah sebuah kalimat yang membawa narasi negatif. Memang, masih hitungan minggu, namun konstituen tidak akan peduli dengan hal itu. Mereka hanya tau, jika Era Baru menjanjikan bajak, kapal dan pupuk. Masyarakat tidak peduli dengan proses yang akan dilalui begitu sulit.

Baca Juga :  Bahaya Narkoba Pada Kesehatan Manusia

Bagi sebagian masyarakat lagi, masih bertanya, bagaimana kajian menuju janji itu?

Informasi yang penulis dapat saat ini, program visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar beberapa kali dilakukan perobahan, karena menurut sumber yang bisa dipercaya, akan sangat sulit dilakukan dalam waktu cepat dan akan beresiko pada kemampuan daerah jika dipaksakan.

Statmen – statmen mereka di berbagai kegiatan juga menjadi catatan bagi banyak pihak, seperti efesiensi anggaran dan recofusing yang bikin pusing. Artinya, hal seperti ini jangan sampai terlontar kalau tidak mampu melakukan dan menerapkannya.

Tekan kegiatan seremonial, tunda pembelian kendaraan dinas merupakan kebijakan yang tepat hari ini.

Saatnya Era Baru membuktikan janji, bukan hanya slogan. Masyarakat Tanah Datar menunggu kapal dan bajak Era Baru.

Seyogianya, kepala daerah kali ini tidak lena dengan harkat protokoler. Seyogianya pula, tetap gigih seperti janji kampanye pilkada. Dan dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Ini mesti dipahami sebagai sebesar-besarnya kesempatan melaksanakan amanat rakyat dengan biaya daerah (APBD). Masih banyak potensi daerah (di nagari-nagari) belum tergali, karena keterbatasan infrastruktur.

Anggaran APBD mestilah digunakan untuk membangun jalan, jembatan saluran irigasi, sekolah, dan lain-lain. Rekrutmen tenaga THL mesti mempertimbangkan kemampuan daerah. Kecuali dana untuk gaji ASN (aparatur sipil negara), APBD tidak perlu di-sisa-kan sebagai SILPA besar. Bahkan boleh defisit riil. Pemda dapat menerbitkan obligasi daerah.

Sebagai pucuk pimpinan daerah, bupati dan wakil bupati bukanlah pejabat politik picisan. Melainkan negarawan di daerah yang akan dikenang sepanjang masa.

Memang keberhasilan itu tidak mudah dicapai. Perlu kerja keras dan dukungan dari seluruh jajaran di bawahnya, terutama mengubah kebiasaan dan pola kerja aparatur sipil negara. Awalnya memang berat, tetapi seiring berjalannya waktu, kebiasaan baru dalam bekerja akan terbentuk.

Baca Juga :  Bahaya Jenis Obat Psikotropika “Antipsikotik” Paling Mudah Disalahgunakan

Mengutip pendapat pakar ekonomi Profesor Rhenald Kasali, Ph.D, bahwa dalam situasi dunia yang terus berubah dengan cepat saat ini, dibutuhkan manusia-manusia berkarakter driver (pengemudi) yang berkompetensi, cekatan, gesit, berinisiatif, dan kreatif. Seorang driver jangankan tertidur, mengantuk saja tidak boleh.

Mereka dipaksa untuk berenang, mengayuh, dan berlari cepat. Mereka harus inisiatif dan kreatif dalam menentukan jalan mana yang akan mereka lalui untuk menuju tujuan. (Dwi)