Pasca Diperiksa KPK, Nurdin Abdullah : Itu Uang Bantuan Masjid

50
Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah

| padangexpo.com

Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah dalam pengakuannya mengatakan, bahwa sejumlah uang yang telah diamankan oleh KPK tersebut itu merupakan bantuan untuk Masjid.

Nurdin mengatakan,”Itu kan uang masjid, nantilah akan kami jelaskan,” terangnya di Gedung KPK, Jakarta, Jum’at 5 Maret 2021.

Ia mengakui bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK pada hari ini terkait penyitaan barang – barang yang sebelumnya telah diamankan KPK.

“Tadi hanya menandatangani seluruh hasil penyitaan, pemeriksaannya nanti hari Senin,” ujarnya.

Nurdin membantah, ketika ditanya terkait adanya terlibat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

“itu tidak ada yang benar, pokoknya nanti tunggu saja di pengadilan, kami akan hargai proses hukumnya,” kata Nurdin.

Diketahui sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap Nurdin Cs dalam penyidikan kasus tersebut. Mereka diperiksa dalam kapasitas menjadi saksi.

Sedangkan dua tersangka lainnya yang diperiksa ER sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel sebagai orang kepercayaan Nurdin, dan AS selaku Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) dan kontraktor.

Nurdin diduga menerima total Rp5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta, pertengahan Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Samsul Bahri menerima uang Rp1 miliar, dan awal Februari 2021 Nurdin melalui Samsul Bahri menerima uang Rp2,2 miliar.

Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK telah mengamankan uang total sekitar Rp3,5 miliar dengan rincian Rp1,4 miliar, 10 ribu dolar AS, dan 190 ribu dolar Singapura.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Tetapkan 8 Tersangka Dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Uang itu diamankan setelah tim penyidik KPK menggeledah di empat lokasi di Sulsel pada Senin (1/3) sampai Selasa (2/3), yaitu rumah jabatan Gubernur Sulsel, rumah dinas Sekdis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel, Kantor Dinas PUTR, dan rumah pribadi tersangka Nurdin. (Nur M/zf)