PPKM di Sumatera Utara Diperpanjang Hingga 14 Maret 2021

43
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (Ist.)

| padangexpo.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali perpanjang masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatera Utara mengatakan bahwa PPKM akan diperpanjang mulai dari tanggal 1 Maret Hingga 14 Maret 2021 mendatang.

Adapun perpanjangan PPKM dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar di Posko Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Rumah Dinas Gubernur, Medan, Senin 1 Maret 2021.

Irman menjelaskan,“Perpanjangan PPKM tersebut berdasarkan Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/5/INST/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Sumut,” ujarnya.

Dikatakan, hingga tanggal 28 Februari 2021 angka kematian (Case fatality rate/CFR) Sumut masih di atas rata-rata nasional yaitu 3,41%, recovery rate 86,5 dan positivity rate 7,2%.

Maka dari itu, masih diperlukan langkah yang sistematis, cepat, tepat, fokus, strategis dan terpadu dalam mengendalikan penyebaran virus CoVID-19, dengan tetap memberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara tepat dan terukur.

Adapun instruksi dari Gubernur mengenai pembatasan tempat kerja dengan menerapkan kerja dari rumah sebesar 50% dan kerja dari kantor sebesar 50% dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Sedangkan sektor yang terkait dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap bisa beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Pengaturan kegiatan restoran masih diberlakukan, kapasitas dibatasi sebesar 50%, jam operasional juga dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WIB saja,” kata Irman.

Untuk pembatasan jam operasional pada tempat hiburan malam hanya bisa beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.

Meski begitu, Tim Monitoring Satgas Penanganan Covid-19 Sumut masih menemukan pelanggaran jam operasional yang ditentukan sesuai Instruksi Gubernur.

Baca Juga :  Korban Apresiasi Kinerja Kapolres Tanjungbalai Tangkap H Kibal Pelaku Penganiayaan

Ada beberapa pelaku usaha yang masih membuka usahanya hingga melewati batas diizinkan yakni pukul 22.00 Wib saat dirazia oleh petugas.

Irman mengatakan,”kita berharap kepada para pelaku usaha untuk mematuhi Instruksi Gubernur dan peraturan kepala daerah di masing-masing tempat, ini dilakukan semata untuk kepentingan bersama dalam mengendalikan penyebaran CoVID-19,” terangnya.

Terkait vaksinasi CoVID-19 pada tahap II, nantinya Satgas Penanganan Covid-19 Sumut akan memberikan vaksin tersebut pada pekerja publik, diantaranya TNI/POLRI, guru, jurnalis, hingga lansia di atas 60 tahun. Sasaran vaksin pada tahap II sekitar 300.000 orang.

Dalam hal ini Irman menjelaskan bahwa cara jitu dalam mengurangi penyebaran serta penularan CoVID-19 adalah dengan menerapkan 5 M oleh masyarakat yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Cara lain selain vaksinasi adalah dengan menerapkan 5M, salah satunya selalu mengenakan masker, memakai masker adalah upaya jitu mengurangi penularan, bukan hanya melindungi diri sendiri melainkan juga melindungi orang lain,” terang Irman. (Lg)