Dorong Diplomasi Ekonomi, Kemlu Mengajak Pelaku Usaha di Kepri Lakukan Penetrasi Pasar Non Tradisional

28

Batam, (Indonesia).PE – Dalam rangka mendorong diplomasi ekonomi, Kemlu mengajak pelaku usaha di Kota Batam dan Kepulauan Riau lakukan penetrasi pasar non tradisional produk ekspor Indonesia ke wilayah Amerika Latin dan Karibia, serta Eropa Tengah dan Timur. Kemlu mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan kegiatan forum bisnis yang akan diselenggarakan untuk penetrasi pasar Eropa Tengah dan Timur pada bulan Juli 2021 dan wilayah Latin Amerika dan Karibia pada bulan Oktober 2021. Kemlu akan menggunakan platform digital yang telah dikembangkan untuk memfasilitasi kegiatan forum bisnis yang diharapkan dilakukan secara hybrid, sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Duta Besar Ngurah Swajaya, dalam sambutannya pada kegiatan “Sosialisasi dan Penggalangan Pengusaha dalam memanfaatkan Peluang Pasar Wilayah Amerika dan Eropa” (15/04/2021).

“Pandemi Covid-19 memerlukan semuanya melakukan inovasi dan tingkatkan kreativitas, termasuk diplomasi ekonomi Kemlu dalam mendukung Kementerian/Lembaga terkait untuk tingkatkan kinerja ekspor dan investasi,” ujar Duta Besar Ngurah Swajaya. Kemlu berkomitmen melakukan berbagai upaya terobosan, termasuk pelaksanaan forum bisnis virtual, meningkatkan interaksi pelaku bisnis, termasuk sosialisasikan Undang-Undang Cipta Kerja dan membantu proses perundingan perjanjian perdagangan atau kerja sama kemitraan ekonomi komprehensif.

Duta Besar Ngurah Swajaya menjelaskan pengalaman pelaksanaan Ina-Lac Business Forum secara hybrid tahun lalu justru menghasilkan kontrak dagang yang lebih besar dari tahun sebelumnya yang dilakukan secara presensial, yakni sekitar US$ 71,02 juta (Rp 998,32 miliar) serta potensi kesepakatan bisnis senilai US$ 14,36 juta (Rp 202,34 miliar).  Kegiatan ini juga dalam rangka melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo, melalui Menteri Luar Negeri untuk terus mendorong investasi dengan memanfaatkan momentum Undang-Undang Cipta Kerja serta melakukan penetrasi pasar ekspor Indonesia ke berbagai negara.

Baca Juga :  Sidang ke 211, Belitong Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geopark

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid tersebut membahas peluang dan tantangan perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia serta Eropa Tengah dan Timur, platform digital www.ina-lac.com (Indonesia – Latin America and the Caribbean), serta sosialisasi perjanjian perdagangan antara Indonesia  dengan European Free Trade Association dalam bentuk Indonesia – EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA).

Dalam kegiatan dimaksud, disampaikan pula rencana kegiatan forum bisnis “Indonesia-Latin America and the Carribean Business Forum” (INA-LAC BF 2021) dan “Indonesia-Central and Eastern Europe Business Forum” (INA-CEE BF 2021). Kedua forum bisnis ini terbuka untuk para pelaku usaha di Indonesia dapat berinteraksi, saling mengenal, dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama bisnis dengan pengusaha asing dari kawasan.

Kegiatan Sosialisasi dan Penggalangan Pengusaha dilanjutkan dengan kunjungan meninjau sektor industri dan investasi di Batam, antara lain BP (Badan Pengusahaan) Batam, Panbil Industrial Estate, PT. Hydril Indonesia, dan studio animasi Kinema Infinite.

# dody | Kementerian Luar Negeri