Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Dikalangan Remaja

131
Ilustrasi

| padangexpo.com

Apa sih narkoba itu ? Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut).

Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya. Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu

  • Candu
  • Ganja
  • Koka

Tapi , dibidang kesehatan atau medis narkotika digunakan.

Apa Manfaat Narkotika di Bidang Medis

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI No.1999/MenKes/SK/X/1996, Pedagang Besar Farmasi (PBF) Kimia Farma mengemukakan bahwa kepentingan pengobatan dan ilmu pengetahuan dipertanggungjawabkan oleh Pengawasan Obat dan Makanan (POM) yang bertujuan untuk memudahkan pengawasan narkotika oleh Pemerintah.

Tetapi masih banyak orang orang yang menyalahgunakan obat-obatan tersebut. Awalnya digunakan untuk pengobatan dan rehabilitasi bagi pasien tetapi dijadikan sebagai aktivitas ilegal. Tak sampai disitu, obat-obatan yang termasuk narkotika tersebut sangat diperlukan dalam bidang kedokteran khususnya dalam proses operasi dan orang yang stress atau gangguan jiwa diberi obat psikotropik.

Terkadang, orang diluar sana menggunakan narkoba dikarenakan beberapa hal dan beberapa faktor.

Faktor yang Menyebabkanya

Kurangnya pengendalian diri yang mana biasanya dikarenakan rasa ingin tahu dan kurangnya pengetahuan tentang narkoba.

Terbiasa hidup mewah biasanya ini bagi mereka yang menyukai penyelesaian malah dengan instan dan praktis sehingga memilih cara-cara yang simple yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkoba yang dapat memberikan rasa euphoria secara berlebihan. Emosional dan mental biasanya ini bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya akhirnya tempat pelarian masalah menggunakan narkotika.

Gejala yang Ditimbulkan Oleh Pengguna Narkoba

Bisa kita lihat secara fisiknya seperti berat badan menurun , mata cekung dan merah, emosional, nafsu makan tidak menentu , perilaku yang berubah seperi suka mencuri uang, pulang larut malam, sering berbohong.

BACA JUGA :  Suspension Trauma Menghantui Pekerja di Ketinggian

Bahaya Narkoba Bagi Remaja dan Pelajar

Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak dan mengakibatkan terganggunya fungsi kognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Pada masa ini keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba.

Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih.

Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Upaya Pencegahan Terhadap Penyebaran Narkoba di Kalangan Pelajar

Bisa kita lakukan bersama-sama, dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita apa lahi peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam hal ini.

Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.

Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.

BACA JUGA :  Berani Mengubah Diri Dalam Menghadapi Masa Transisi

Penulis : Iriene Imanda
NIM      : 1804183
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PRINTIS INDONESIA