Pentingnya Pengetahuan Serta Pencegahan Tentang Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini

277
Ilustrasi

| padangexpo.com

Di zaman yang serba canggih saat ini, banyak sekali pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba disemua  kalangan  tua,muda, dan anak- anak. Sangat penting kita yang mempunyai tanggung jawab  atas apa yang kita ketahui tentang narkoba ini,  baik itu tentang obat-obattan yang banyak disalahgunakan masyarakat yang terkadang melebihi dosis yang digunakan dan bisa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Untuk itu penting nya ilmu tentang efek dari narkoba bagi kesehatan dan masa depan.

Ada prinsipnya setiap orang tua harus memiliki kecukupan informasi tentang bahaya narkoba dan pengetahuan tentang indikasi dan efek samping dari obat tersebut disitulah peran seorang yang ahli tentang itu seperti seorang dokter,apoteker dan para ahli yang mengerti tentang narkoba tersebut dan berkewajiban menyampaikan informasi ini kepada anak sesuai usia mereka dan dikalangan umum.

Mengapa harus di sesuaikan dengan usia? Karena berbeda usia, beda pula  pola pikir  dan cara penyampaiannya dan penerimaan si anak. Sebagai contoh, menyampaikan informasi bahaya narkoba kepada anak usia dini (dibawah 6 tahun) tentu tidak dianjurkan menggunakan cara yang menakutkan.

Beberapa  hal yang bisa orang tua upayakan yakni ialah  :

  • Character Building.
  • Pendidikan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat)
  • Melatih anak sejak dini untuk memiliki manajemen stres yang sehat.
  • Tumbuhkan selalu rasa percaya diri pada anak.
  • Informasi yang jelas (konkret)
  • orang tua yang update informasi terutama tentang modus peredaran narkoba.
  • Orang tua sebagai role model

Arti kata narkoba berasal dari bahasa yunani  yaitu Naurkon yang berarti membuat lumpuh atau mati rasa.

Istilah lain dari narkoba adalah NAPZA (Narkotika , Psikotropik dan zat adiktif) yaitu bahan atau zat yang apabila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak atau susunan syaraf pusat (Psikoaktif) dan menyebabkan gangguan kesehatan jasmani, mental emosional dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi) dan ketergantungan (depedensi).

BACA JUGA :  Keamanan Obat Dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Jenis Narkoba yang disalahgunakan :

Morfin

Morfin dalam dunia kedokteran digunakan sebagai obat analgetik narkotika yang diperoleh dari ekstraksi dari tanaman papaver somniferum, beberapa derivat dari morfin yaitu :

  • Bersifat Agonis : Morfin, Kodein, Heroin
  • Bersifat Antagonis : Nalokson
  • Bersifat Agonis dan Antagonis : Nalbufin, Pentazokin

Penggunaan Morfin :

Morfin biasanya digunakan lewat injeksi dengan cara melarutkannya dalam air terlebih dulu, injeksinya dilakukan lewat Intra Vena (IV)

Pengaruh penggunaan diberikan secara diisap gejalanya : Frekuensi pernafasan menurun dan pupil menyempit, gejala tersebut diikuti dengan mata yang berair, hidung kembang kempis, menguap, nafsu makan menurun (anoreksia), tremor, panik, berkeringat, mual, kejang dan insomnia

Pengaruh penggunaan diberikan secara injeksi :

Jangka pendek : gejala nya perasaan tidak menentu, merasa hangat pada kulit, mulut kering, susah mengangkat lengan (lemah), gangguan mental sehingga saraf tidak berfungsi sempurna dan merasa malas sekali.

Jangka lama : gejalanya hilang nafsu makan, tremor, berkeringat, muntah, kejang otot, gejala ini terjadi selama beberapa hari, pecandu akan mengalami susah tidur dan tekanan darah meningkat serta suhu badannya meningkat.

Obat Psikotropik

Obat psikotropik dan neuroleptik banyak digunakan oleh dokter untuk mengobati gangguan jiwa dan syaraf.

Psikotropik dan neuroleptika yang sering disalahgunakan adalah:

Tranquilizer mayor (Atartikum)= Neuroleptium

Dalam dunia kedokteran, obat ini digunakan untuk mengobati kecemasan, ketegangan atau kegelisahan. Setelah pemberian obat pasien menjadi tenang, baru dilanjutkan dengan pemberian nasihat dan bimbingan mental psikologi secara individual sehingga pasien dapat mengatasi masalahnya sendiri.

Obat ini disalahgunakan oleh orang sehat untuk mendapatkan ketenangan jiwa, efek sampingnya orang menjadi teler, tertidur, perhitungan sering meleset, kesadaran menurun sehingga sering bertindak ngawur, dapat berubah menjadi sakit dan kejam.

BACA JUGA :  Penyalahgunaan Benzodiazepin pada Penderita Depresi

Contoh obat golongan ini : anatensol, largactil, stelazine, haldol, serenace

Upaya dan strategi pencegahan penggunaan narkoba

Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain melalui :

  1. Pencegahan primer (Primary Prevention );

Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang belum mengenal Narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat mencegah penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain :

  • Penyuluhan tentang bahaya narkoba.
  • Penerangan melalui berbagai media tentang bahaya narkoba.
  • Pendidikan tentang pengetahuan narkoba dan bahayanya.
  1. Pencegahan Sekunder (Secondary Prevention );
    Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang sedang coba-coba menyalahgunakan Narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat membantu agar berhenti dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain :

  • Deteksi dini anak yang menyalahgunaan narkoba
  • Konseling
  • Bimbingan sosial melalui kunjungan rumah
  • (life skills) antara lain tentang ketrampilan berkomunikasi, ketrampilan menolak tekanan orang lain dan ketrampilan mengambil keputusan dengan baik.
  1. Pencegahan Tersier (Tertiary Prevention )
    Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang sedang menggunakan narkoba dan yang pernah/mantan pengguna narkoba, serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat membantu agar berhenti dari penyalahgunaan narkoba dan membantu bekas korban naroba untuk dapat menghindari
    Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain :

    • Konseling dan bimbingan sosial kepada pengguna dan keluarga serta kelompok lingkungannya
    • Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bekas pengguna agar mereka tidak terjerat untuk kembali sebagai pengguna narkoba.

Hukum-hukum tentang narkoba :

Undang-undang narkotika adalah undang-undang No. 35 tahun 2009, Undang-undang ini mengatur tentang produksi, distribusi, penyaluran, perdagangan, kepemilikan, penerimaan, penyerahan, ekspor dan impor, penyimpanan, membawa, pengobatan, pelaporan, kemasan, pelabelan, pengiklanan, pemusnahan dll.

Ancaman hukuman dapat berupa :

  • Hukuman mati atau
  • Hukuman kurungan ditambah denda atau
  • Hukuman kurungan atau
  • Hukuman denda
BACA JUGA :  Peranan Keluarga dalam Penanganan Penyalahgunaan Narkotika Bagi Anak Masa Remaja di Zaman Modern

Penulis   : Sinta Meliyana
NIM       : 1804185
Fakultas : Farmasi
UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA