Miris ! Warga Melarat di Nagari Hebat

60

| padangexpo.com (Tanah Datar)

Pemandangan menyedihkan tersaji di depan mata ketika Padang Expo dan tim Relawan Filontropi Indonesia ACT cabang Bukittinggi serta anggota BPRN Nagari Simawang, Wali Jorong Darek dan ketua pemuda Nagari Simawang datang mengunjungi salah satu warga di Jorong Darek, Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar yang beberapa minggu ini sempat viral di media sosial Facebook terkait keadaan dan kehidupannya sehari-hari.

Murni Sulastri adalah seorang janda berusia kurang lebih 34 tahun dengan dua orang anak yang tinggal di rumah seluas 3×4 meter persegi, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Hidup dengan dua orang anak tanpa adanya listrik, atap seng bekas yang bocor apabila hujan, tanpa adanya MCK, dan bekerja sebagai serabutan.

Ketika ditanya tentang kehidupannya sehari hari, Las panggilan akrabnya mengatakan kalau dia sudah dua tahun ini tinggal di Jorong Darek di atas tanah milik pemerintahan Nagari Simawang yang notabene sudah dibayarnya lunas.

Menurut pengakuannya, dia sudah membayar lunas tanah tersebut sebanyak kurang lebih Rp 20 Juta kepada salah satu warga di Jorong Darek yang mengaku punya lahan tersebut.” Saya sudah bayar lunas dengan menjual motor saya, namun surat tanah tidak ada saya terima, bahkan bukti catatan pun enggak dikasih sama yang punya tanah,” kata Las kepada Padang Expo, Sabtu (23/10/21) di lokasi rumahnya.

Lebih lanjut lagi terangnya, terkait hidupnya sehari-hari, kalau tidak ada orang yang mempekerjakannya di sawah, maka dia lebih sering ke kebun untuk mencari sayuran dan buah untuk di jual. ” Memang pemerintah Nagari bantu saya kok, dengan zakat fitrah dan bantuan yang lainnya, tapi sekarang sudah tidak lagi, mungkin karena sebelumnya KK saya bukan disini, tapi sudah dua tahun ini KK saya KK Nagari Simawang,” ucapnya.

BACA JUGA :  Padang Expo Anjangsana ke Kantor Kemenag Tanah Datar

” Saya berharap kalau masalah tanah ini agar segera selesai pak, dan biar kami punya kehidupan yang layak seperti orang lain,” ungkapnya.

Terkait keadaan ini, Andri Malin Batuah, SH selaku anggota BPRN dan juga putra Nagari Simawang mengatakan bahwa apa yang di alami oleh Murni Sulastri adalah contoh kecil dari dampak regulasi dan aturan yang ada. ” Miris, akibat regulasi yang dahulunya dia belum mempunyai KK sini, Nagari tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan kebijakan pun tidak bisa karena pemerintahan Nagari takut untuk ambil keputusan”.

Namun setelah 2 tahun punya KK Nagari Simawang, pun tidak berubah sama sekali. Pernah saya sampaikan pada kesempatan di Musrenbang sebelumnya, namun Nagari tidak bisa berbuat banyak, termasuk Baznas sebelumnya yang sudah kita sampaikan, tapi lagi-lagi regulasi jadi semacam dalil untuk menutupi kebijakan yang mungkin takut di ambil oleh pemerintahan nagari maupun pemda setempat. Sekedar saran buat semuanya, kenapa enggak kita gotong royongkan saja membuat rumahnya, ayo kita menyumbangkan tenaga dan materi, kita punya semua itu kok, balik lagi, semua tergantung dari hati nurani, pak,” tutur Malin Batuah.

Lebih lanjut lagi, dengan adanya bantuan dari Relawan Filantropi Indonesi ACT cabang Bukittinggi yang sangat merespon di bidang sosial dan kemanusiaan, Malin Batuah berharap ini bisa menjadi atensi bagi pembesar dan pejabat yang ada di Nagari Simawang beserta pemerintahan nagari khususnya dan juga bagi pemerintah daerah setempat.

Ronal Adhitia Pratama selaku Head RFI ACT Cabang Bukittinggi mengungkapkan hal yang hampir senada dengan Malin Batuah.

“Kedatangan kami disini hanya bisa membantu semampu yang bisa kami lakukan. Memang sangat miris melihat kondisi yang ada baik di dalam maupun luar rumah Murni Sulastri. Semoga bantuan yang kami berikan ini berupa sembako bisa bermanfaat dan sedikit mengurangi beban mereka, dan Insyaallah kita akan tetap monitoring dan melanjutkan hingga nantinya bisa mendapatkan donasi yang lebih lagi daripada saat ini,” pungkas Ronal dan timnya.(Dwi/red)

BACA JUGA :  Tingkatkan SDM di Tanah Datar,  Bupati Tanah Datar Buka Pelatihan Pemandu Wisata Budaya