Tanah Datar Promosikan Potensi Wisata Melalui Tenunan Songket Pada Acara APKASI Otonomi Expo 2021

64

| padangexpo.com (Jakarta)

APKASI Otonomi Expo (AOE) tahun 2021 yang berlangsung selama 3 hari, 20 sampai 22 Oktober di Jakarta Convention Centre, terus dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Tanah untuk mempromosikan potensi wisata dan menarik investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Datar.

Berbagai produk unggulan Tanah Datar turut dipamerkan, di antaranya produk makanan khas, hasil pertanian, dan perkebunan. Namun yang sangat menarik perhatian pengunjung adalah hasil tenun songket yang memiliki motif khas.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, tujuan utama Pemkab Tanah Datar mengikuti pameran APKASI untuk menggaet investor menanamkan investasi dan mempromosikan pariwisata ‘Luhak Nan Tuo’.
“Kami lebih menitikberatkan pada produk, peluang investasi, dan pariwisata yang bertujuan untuk menggali investasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan yang datang ke wilayah Tanah Datar,” kata Bupati, Kamis (21/10) saat menerima kunjungan Bupati Buru Selatan Maluku Safitri di stand Tanah Datar.

Bupati juga menyebutkan, ada beberapa produk unggulan yang dimiliki daerah Tanah Datar, antara lain Tenunan Songket dengan ciri khas warna dan motif.
“Songket Tanah Datar ini memiliki motif dan warna menarik yang ditenun dengan penuh ketelitian dan kesabaran, kata bupati didampingi Ketua Dekranasda Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra kepada Ibu Safitri.

Dikesempatan tersebut, Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa mengatakan ketertarikannya dengan songket asal Tanah Datar. “Memakai Songket ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya dan keluarga, berkesan saat di pakai apalagi motif dan kualitasnya bagus”, sampainya sembari membeli beberapa songket pilihannya.
Safitri tambahkan, meski khas Tanah Datar sejatinya songket merupakan pakaian nasional yang cocok dipakai dalam berbagai kegiatan.

Dari hasil pemantauan, Stand Kabupaten Tanah Datar menjadi stand yang menarik dikunjungi. Dengan ornamen-ornamen Minangkabau dan foto-foto objek wisata serta hasil produk olahan makanan khas Tanah Datar, hasil tani seperti Cabe, bawang merah dan hasil tenun seperti kain songket dan batik tanah liek yang menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung untuk mampir menyaksikan potensi Tanah Datar.(dwi/hms)

BACA JUGA :  Situasi Pandemi CoVID-19 Jawa – Bali Semakin Membaik, Pemerintah Lakukan Penyesuaian PPKM