Wabup Richi Aprian Resmi Tutup Acara Pelatihan Pengolahan Buah di Sungai Tarab

27

| padangexpo.com

Pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Tanah Datar sangat dibutuhkan karena masyarakat Luhak Nan Tuo sebagian besar bergerak di bidang pertanian, untuk itu perlu dilakukan keahlian khusus untuk mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai jual yang tinggi yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Richi Aprian saat menutup secara resmi Pelatihan Pengolahan Buah, Rabu (06/10) di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Agro Industri Yayasan Bintang Sembilan Peduli Bangsa di Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala UPT Perwakilan BLK Padang Riswanto, Kepala Dinas PMPTSP Zairatul Khairi, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Yayasan Bintang Sembilan Peduli Bangsa Febby Dt. Bangso, Camat Sungai Tarab Arianto, Wali Nagari Gurun, instruktur dan Peserta pelatihan.

Wabup Richi Aprian sampaikan apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada Febby Dt. Bangso yang telah memfasilitasi berdirinya BLK ini dan kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI yang telah mengalokasikan bantuan bangunan, peralatan dan operasionalnya pada tahun 2020 lalu.

Wabup tambahkan, dengan adanya BLK ini banyak manfaatnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat Gurun khususnya dan Kabupaten Tanah Datar umumnya.

“Tentu kita berharap, pelatihan seperti ini tidak satu kali ini saja, akan tetapi hendaknya terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan Pemkab siap untuk bekerjasama dan mendukung kegiatan ini,” ungkap Wabup.

Ditambahkan Wabup Richi, kegiatan ini sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Tanah Datar. “Progul itu yakni “menciptakan usahawan dan lapangan kerja per tahun”, dan saat ini, BLK juga sudah ada di Rambatan, Pariangan dan X Koto. Dan diharapkan ke depannya seluruh kecamatan di Tanah Datar memiliki BLK,” sampai Wabup.

BACA JUGA :  Wakil Bupati H. Zuldafri Darma,SH Resmikan Program Pamsimas III, Sebanyak 65 KK Nagari Sabu Nikmati Air Bersih

Menurut Wabup, di Kabupaten Tanah Datar ini tidak lama lagi akan ada pabrik pengolahan tomat, namun demikian keberadaan pabrik ini nantinya bukan akan menjadi saingan kita, akan tetapi justru nantinya akan menjadi mitra.

Disamping itu Wabup, Richi Aprian menekankan kepada Kepala Dinas terkait di Tanah Datar untuk memperhatikan dan dukungan terhadap kebutuhan BLK ini.

Ketua BLK Nagari Gurun, Febby Dt. Bangso menjelaskan Pelatihan Pengolahan Buah bagi pra UKM dari Nagari Gurun ini merupakan cikal bakal pengelola hasil Produksi Pertanian Tanah Datar.

“Pelatihan yang dilaksanakan selama 1 bulan dan diikuti 16 orang peserta serta dilatih oleh instruktur dari Dosen Mandiri BLK Padang, diharapkan mampu melahirkan tenaga handal yang mampu mandiri sehingga diharapkan juga bisa membantu program daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Febby.

Sementara itu, Kepala UPT BLK Padang Rismanto, mengatakan pelatihan ini merupakan program pemerintah saat ini. “Pelatihan ini akan diukur kelayakannya dengan disertifikasi untuk menentukan dilanjutkan kerjasamanya,” katanya.

Riswanto tambahkan, di Sumbar terdapat 39 BLK Komunitas salah satunya di Tanah Datar dengan jurusan desain, infografis, garmen, kuliner dan agro industri.

Rismanto mengharapkan, kegiatan ini ke depan bisa menjadi wadah yang akan mampu menjawab harapan kita semua dalam mengembangkan potensi industri pertanian masyarakat Tanah Datar dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga.
Salah seorang peserta Ningsi menyampaikan, pelatihan yang diikuti sangat bermanfaat bagi dirinya maupun rekan sesama peserta pelatihan lainnya.

“Saya merupakan seorang Ibu Rumah Tangga biasa, dengan menerima pelatihan di BLK ini menjadi pengalaman dan juga penambahan ilmu dan keterampilan yang nantinya Insya Allah bisa diterapkan membuka usaha sendiri maupun secara kelompok sehingga bisa membantu perekonomian keluarga, namun saat ini masih terkendala biaya untuk modal,” ungkapnya dihadapan Wabup.

BACA JUGA :  Luar Biasa, Tanah Datar Raih Tujuh Prestasi Sekaligus Dalam Puncak Harganas XXVIII-2021

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Richi Aprian langsung bereaksi dengan menekankan Kepala Dinas Koperindag untuk menindaklanjuti harapan peserta tersebut.

“Insya Allah, apa yang diharapkan peserta akan ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan di Dinas Koperindag. Dan kepada Kepala Dinas Koperindag, harap ditindaklanjuti, setidaknya peserta pelatihan bisa dibantu modal awal masing-masing Rp2 juta,” tukas Richi. (dwi/hms)