Pemuda Limo Koto Lakukan Penayangan Film Bujang 9 Bersama Mahasiswa KKN UNP

205

I padangexpo.com (Sijunjung)

Pemuda Nagari Limo Koto bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) menayangkan film Bujang 9 hasil karya Sanggar Randai Patah Tumbuh Hilang Baganti. Film ini di tayangkan di Stasiun Jorong Batu Gandang, Nagari Limo Koto 7 pukul 20.00 WIB, Sabtu (15/01/2022).

Penayangan film ini terlaksana atas kerjasama pemuda dengan Sanggar Randai Patah Tubuh Hilang Baganti dan Mahasiswa KKN UNP 2022. Mahasiswa yang KKN di Nagari Limo Koto sebanyak lima belas orang, terdiri dari dua belas perempuan dan tiga orang laki-laki.

Sanggar Randai Patah Tumbuh Hilang Baganti yang sudah ada dari 1980 namun di SK kan pada tahun 2017 sekarang diketuai oleh S. Paduko Malin. Dalam penayangan film ini turut hadir Anggota DPRD Givo Aldino, perwakilan dari Camat Koto VII, Perangkat Nagari, Niniek Mamak, Mahasiswa KKN UNP dan masyarakat Limo Koto.

Ketua KKN UNP Nagari Limo Koto Rendi Rama Yunda angkatan 2019 menyampaikan bahwa mereka bekerjasama bersama pemuda mensukseskan acara penayangan film Bujang 9, yang sebelumnya sudah diwacanakan oleh pemuda. Dia juga berharap sebelum KKN nya selesai masih bisa melakukan hal-hal positif lainnya bersama masyarakat.

Anggota DPRD Givo Aldino sangat mengapresiasi dan bangga “Saya sangat mengapresiasinya dan bangga selaku putra daerah karena di era digitalisasi ini bisa menciptakan karya film yang bisa ditonton langsung melalui media sosial, harapan saya sebagai anggota DPRD kepada seluruh sanggar seni yang ada di Kabupaten Sijunjung khusunya bisa mencotoh gerakan ini untuk mendokumentasikan karya-karyanya dan dipublikasi melalui media sosial sehingga karya-karyannya dikenal oleh khalayak ramai,” ucap Givo Aldino anggota DPRD yang masih berusia 28 tahun itu.

BACA JUGA :  Bupati dan Wabup Sijunjung Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Jorong Guguk Tinggi Nagari Padang Sibusuk

Selain itu Ketua panitia juga menyampaikan tujuan pemutaran film tersebut “pemutaran film ini dilakukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat hasil karya Sanggar yang selanjutnya dapat diakses melalui media sosial, jadi memang dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi sehingga masyarakat jika ingin menonton kembali bisa diakses melalui Chanel Youtube Randai PTHB ” tutur Hasnul Murdad selaku Ketua Pelaksana.

Masyarakat sangat mengapresiasi dan terhibur penanyang film ini, seperti yang disampaikan oleh salah seorang warga “saya sangat mengapresiasi dan terhibur penanyangan Film Bujang 9 ini, sangat kreatif sekali dan mudah-mudahan akan lahir film legenda lainnya seperti asal muasal nama Lubuk Sipunai,” tutur Dra. Helmiati, M.Pd masyarakat Jorong Batu Gandang. (RK)