Terima Kunjungan Komisi IV DPRD Sumbar, Bupati Solok : Tidak Ada Kerusakan Ekosistem Dalam Pembangunan Objek Wisata di Dermaga Singkarak

70

| padangexpo.com (Singkarak – Solok)

Bupati Solok Epyardi Asda bersama Pemerintah Kabupaten Solok terima kunjungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumbar dan DPRD Kabupaten Solok ke lokasi objek wisata di Dermaga Singkarak pada, Senin 24 Januari 2022.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Solok Epyardi Asda bersama wakil rakyat tidak menemukan fakta adanya kerusakan ekosistem lingkungan danau dalam pembangunan objek wisata seperti yang diberitakan.

Bahkan dalam pembangunan tersebut, investor justru melakukan konservasi terhadap ikan bilih yang saat ini sudah mulai langka. Bupati menjelaskan,” Silahkan dilihat, investor justru melakukan konservasi ikan disini (Danau Singkarak). Sebelumnya ikan tersebut sudah mulai langka, namun sekarang bisa kita lihat, ikan bilih dan lainnya sudah bisa kita temukan lagi disini,” terang Bupati.

Bupati menyampaikan, bahwa masuknya investor justru untuk mempercantik kawasan danau singkarak. Ia membandingkan kawasan yang sedang dibangun investor dengan kawasan yang belum ditata. “Silakan saksikan sendiri di lokasi ini. Mana lokasi yang belum tertata pasti banyak sampah berserakan. Bandingkan dengan yang sudah dikelola ini jauh lebih bersih,” ungkap Epyardi.

Dalam hal ini, Bupati Epyardi membantah jika adanya reklamasi, ia juga memperlihatkan garis bibir danau dengan tanah yang dikelola investor sama dengan garis danau lainnya.

Bupati mengatakan,“Katanya ini tanahnya jauh berbeda. Namun faktanya garis sempadan danau itu sejajar dengan tanah yang dikelola investor ini. Jika memang ada yang berbeda tentu tidak mungkin danau ini lurus saja, pasti ada belokannya, dan perlu diketahui danau ini juga mengalami pasang surut,” terangnya.

Tidak hanya itu saja, investor yang akan mengembangkan wisata di dermaga Singkarak sudah membuat konsep wisata air yakni snorkeling, sangat jauh berbeda seperti yang diberitakan sebelumnya yang mengatakan rusaknya lingkungan danau.

BACA JUGA :  Pelantikan Pengurus PCNU Kab Solok, Bupati Gusmal : Membentuk Akhlak Mulia dan Bersinergi dengan Pemerintah

Wisata snorkeling adalah wisata dimana wisatawan dapat berenang dengan air yang jernih lalu melihat langsung kehidupan bawah air seperti ikan bilih, rumput air, dan keindahan lainnya, tidak wajar rasanya jika dirusak, kalau dirusak mana ada wisatawan yang akan datang nanti, ungkap Bupati.

Terkait dengan dilaporkannya pembangunan objek wisata ke KPK oleh oknum tertentu. Epyardi menduga ada oknum yang tidak senang Kabupaten Solok maju di bidang pariwisata.

Bupati menduga kemungkinan ada yang tidak ingin melihat Kabupaten Solok maju dan terus tertinggal, ujarnya.

Muzli M. Nur selaku Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat yang didampingi anggota DPRD Sumbar dari Gerindra Desrio Putra dan anggota lainnya mengungkapkan dukungannya untuk terus mengupayakan kelanjutan proses pembangunan yang sempat terhenti.

Ketua DPRD Sumbar Muzli menyampaikan,”Hari ini merupakan finaisasi membuat peraturan daerah tentang pembangunan infrastruktur berkelanjutan, inilah salah satu topik yang akan diusulkan,” terangnya.

Ia mengatakan, Danau Singkarak memiliki potensi untuk menjadi objek wisata yang tidak hanya bisa dinikmati oleh warga lokal saja, namun bisa dinikmati hingga ke tingkat internasional, sehingga perlu difasilitasi agar para peminat wisata semakin meningkat.

Muzli juga mengatakan akan mengundang mitra kerja dalam membahas persoalan apa yang menjadi penyebab terhentinya pembangunan ini, maka dari itu ia mengharapkan kepada Bupati agar segera menjabarkan secara rinci kronologinya.

Ia menilai, dukungan yang diberikan dimulai dari rekomendasi untuk kembali melanjutkan pembangunan hingga terwujudnya bangunan secara fisik. Dalam hal ini Muzli menegaskan,” Kami siap mengawal Pemerintah Kabupaten Solok dan mendukung kelestarian ekosistem,” tegasnya.(mjn)