Pemeriksaan Laboratorium Patologi Klinik Narkoba dengan Metode “Urinary Drugs Testing”

97
Foto : iStock.com/TolikoffPhotography

padangexpo.com (Padang)

Penulis :
Melina Hasnora Putri (1804174)
Fakultas Farmasi
Universitas Perintis Indonesia

Urine merupakan spesimen yang paling sering digunakan untuk pemeriksaan narkoba rutin karena ketersediaannya dalam jumlah besar dan memiliki kadar obat dalam jumlah besar sehingga lebih mudah mendeteksi obat dibandingkan pada spesimen lain. Teknologi yang digunakan pada pemeriksaan narkoba pada urin sudah berkembang baik.

Kelebihan lain spesimen urin adalah pengambilannya yang tidak invasif dan dapat dilakukan oleh petugas yang bukan medis. Urine merupakan matriks yang stabil dan dapat disimpan beku tanpa merusak integritasnya. Obat-obatan dalam urine biasanya dapat dideteksi sesudah 1-3hari.

Kelemahan pemeriksaan urine adalah mudahnya dilakukan pemalsuan dengan cara substitusi dengan bahan lain maupun diencerkan sehingga mengacaukan hasil pemeriksaan. Pemeriksaan konfirmasi digunakan pada spesimen dengan hasil positif pada pemeriksaan skrinig.

Pemeriksaan konfirmasi menggunakan metode yang sangat spesifik untuk menghindari terjadinya hasil positif palsu. Metoda konfirmasi yang sering digunakan adalah gas chromatography / mass spectrometry (GC/MS) atau liquid chromatography/ mass spectrometry (LC/MS) yang dapat mengidentifikasi jenis obat secara spesifik dan tidak dapat bereaksi silang dengan substansi lain.

Kekurangan metode konfirmasi adalah waktu pengerjaannya yang lama, membutuhkan ketrampilan tinggi serta biaya pemeriksaan yang tinggi. Untuk mengatasi pemalsuan urine, dapat dilakukan beberapa hal terutama dengan pengawasan saatpengambilan urine dan melakukan mendeteksi penambahan zat-zat manipulatif dalam sampel urine.

Berbagai produk rumah tangga digunakan untuk memalsukan spesimen urine seperti garam dapur, cuka rumah tangga, pemutih pakaian, konsentrat jus jeruk, tetes mata dan sebagainya.

Berikut beberapa prosedur yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan pemalsun pada skrining narkoba pada urin.

  1. Melepaskan pakaian luar yang tidak begitu berguna (jaket, syal dll)
  2. Memindahkan benda/ substansi pada area pengambilan sampel yang dapat digunakan untuk memalsukan urine (air, sabun cuci tangan)
  3. Menaruh disinfektan berwarna biru pada air pembilas yang terdapat dalam area pengambilan sampel
  4. Meminta untuk mengeluarkan dan menyimpan barang-barang yang terdapat di saku pasien
  5. Meyimpan barang-barang pribadi dengan pakaian luar (tas, ransel)
  6. Menginstruksikan pasien untuk mencuci tangan dan mengeringkannya (lebih baik dengan sabun cuci tangan cair) dengan pengawasan dan tidak mencuci tangan sampai pasien menyerahkan specimen.
BACA JUGA :  Cerminlah Diri Kita Sendiri

Saat ini sudah terdapat test strip yang dapat mendeteksi penambahan zat-zat yang dapat menyebabkan hasil pemeriksaan invalid atau negatif palsu. Pemeriksaan ini dapat dilakukan bila dicurigai kelainan integritas urine.

Pada setiap test strip ini terdapat 7 bantalan untuk mendeteteksi kadar kreatinin, nitrit, glutaraldehid, pH, berat jenis, oksidan dan piridinium chlorchromat pada urine. (MHP)