Wali Kota Bukittinggi Hantarkan R-APBD Perubahan Tahun 2022 Pada Rapat Paripurna DPRD

80

padangexpo.com (Bukittinggi)

DPRD kota Bukittinggi  gelar rapat paripurna dengan agenda hantaran  rancangan R-APBD Perubahan Tahun 2022, yang dihantarkan secara resmi oleh Walikota dalam rapat paripurna di Gedung DPRD, Jumat (09/09-22) malam.

Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Beny Yusrial didampingi Wakil Ketua Nur Hasra beserta segenap anggota dewan, dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Unsur Forkopimda, Sekda dan sejumlah Kepala SKPD, dan tamu undangan lainnya dengan tetap menerapkan Prokes.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menjelaskan penyusunan R-APBD Perubahan tahun 2022 dan R-APBD 2023 ini diawali dengan penyusunan R-KUA PPAS Perubahan 2022 dan R-KUA PPAS 2023. Keduanya telah disepakati oleh Pemko dan DPRD Bukittinggi dalam paripurna sebelumnya.

Struktur Rancangan APBD Perubahan tahun anggaran 2022 ini, meliputi, pendapatan daerah sebesar Rp 706,4 miliar lebih  terjadi penurunan sebesar Rp 11,2 miliar lebih dari target pendapatan sebelum perubahan.

“Perubahan ini terjadi pada PAD yang disebabkan oleh penyesuaian dengan perkembangan perekonomian dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain PAD, Pendapatan Transfer juga mengalami perubahan akibat penyesuaian perhitungan pendapatan transfer yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan dan Gubernur Sumatera Barat,” jelas Erman.

Belanja daerah dianggarkan sebelum perubahan sebesar Rp 842,4 miliar lebih berkurang sebesar Rp 2,3 miliar lebih sehingga anggaran setelah perubahan menjadi Rp 840,1 miliar lebih. Perubahan ini disebabkan oleh penyesuaian terhadap besaran pendapatan daerah, pembiayaan daerah, penyesuaian terhadap target capaian RPJMD dan perubahan harga satuan.

Pembiayaan daerah, dianggarkan sebelum perubahan sebesar Rp  134,8 miliar lebih berkurang sebesar Rp 1,8 miliar lebih, sehingga anggaran setelah perubahan menjadi Rp 132,9 miliar lebih. Hal ini disebabkan perubahan besaran SILPA yang telah dilakukan Audit oleh BPK-RI Perwakilan Sumatera Barat.

BACA JUGA :  Iming-Iming Bisnis Konveksi, Sepasang Pasutri Diduga Lakukan Penipuan Hingga Ratusan Juta Rupiah

Dari postur pendapatan, belanja dan pembiayaan tersebut terdapat defisit sebesar Rp 10,7 miliar lebih, “jelas Erman Safar.

Sementara itu, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, menjelaskan, Perubahan KUA dan Perubahan PPAS APBD Tahun Anggaran 2022 yang merupakan bagian dari siklus pengelolaan keuangan daerah. Pada tanggal 5 September 2022 juga telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS APBD Tahun Anggaran 2022 oleh DPRD dan Pemko Bukittinggi.

“Selanjutnya, DPRD akan menyampaikan pemandangan umum fraksi dalam paripurna  yang dijadwalkan pada hari Senin 12 September 2022,” jelas Beny Yusrial. (fadhil)