DPRD dan Pemkab Tanah Datar Sambangi Kemenhub Bahas Jalan Rawan Laka di Nagari Panyalaian X Koto

123

Padangexpo, Batusangkar -Menyikapi sering terjadinya kecelakaan beruntun di jalan nasional tepatnya di Nagari Panyalaian, Kecelakaan X Koto, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar temui Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait perihal tersebut.

Anton Yondra, selaku pimpinan DPRD Kabupaten Tanah Datar menyampaikan bahwa secara teknis yang bisa mengajukan proposal itu adalah exekutif.

” Alasan DPRD membawa Pemkab Tanah Datar untuk menemui Direjen Perhubungan Darat adalah agar usulan mengenai jalan Padang-Bukittinggi (Panyalaian) segera mendapatkan solusinya, sebab jalan tersebut sudah banyak memakan korban yang tidak hanya materi tapi korban jiwa juga. Ini demi kepedulian kita ke masyarakat,” ujar Anton Yondra.

Lebih lanjut lagi ujarnya, kementerian sudah punya data terkait hal tersebut dan kemudian akan mencari solusinya termasuk bagaimana cara mengaktifkan kembali jembatan timbangan.

” Tonase kendaraan yang lewat sudah di luar batas. Kami berharap dua jembatan yang ada di kabupaten Tanah Datar, di Kubu Karambia dan di Sitangkai agar di aktifkan kembali supaya pemerintah bisa memfasilitasi jalan raya tersebut sesuai dengan beban tonase kendaraan yang berlaku untuk jalan itu,” sambungnya.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, mengusulkan beberapa kebutuhan dan perlengkapan yang akan dipasang di jalan penghubung Padang-Bukittinggi tersebut.

Diantaranya rambu peringatan, rest area, hingga sarana tempat tanjakan darurat bagi kendaraan yang mengalami rem blong.

“Kita telah usulkan beberapa kebutuhan dan perlengkapan yang akan dipasang di jalan nasional tepatnya di Nagari Panyalaian yang sering terjadi kecelakaan beruntun,” kata Kepala Dinas Perhubungan Tanah Datar Nusirwan, melalui Pesan WhatsApp Kamis, (18/5).

Nusirwan menjelaskan terkait dengan usulan ke Dirjen Perhubungan Darat tersebut, untuk sarana tempat tanjakan darurat pada kendaraan yang mengalami rem blong direncanakan disediakan disebelah kiri jalan, atau di lahan rel kereta api.

BACA JUGA :  Dibuka Bupati, Simawang Cup I Bakal Diikuti 30 SSB

Karena kondisi rel tersebut tidak aktif, untuk itu dimohonkan bantuan Dirjen Perhubungan Darat untuk mengkoordinasikannya denga Ditjen Perkeretaapian.

Karena lokasi tersebut juga memakai lahan kereta api, secara lisan juga diusulkan pembuatan rest area sebagai lokasi istirahat bagi sopir dan pendinginan rem truk dan bus sebelum penurunan tajam itu dimulai.

Nusirwan juga mengusulkan untuk mengaktifkan kembali jembatan timbang untuk memeriksa kelengkapan surat dan kondisi kelayakan kenderaan truk dan muatan sebelum melewati jalan Panyalaian.

Selain itu juga melakukan razia terpadu antara Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah III Sumatera Barat, Dishub Tanah Datar dan Kepolisian dalam mewujudkan zero ODOL (Over Dimensi Over Load).

“Terakhir kita juga mengusulkan kebutuhan rambu jalan dalam rangka meminimalisir kemacetan pada ruas jalan nasional di Pasar Rabaa Kecamatan X Koto,” kata dia. (Dwi)