Terapkan Konsep Smart City Untuk Peningkatkan Layanan Bagi Masyarakat, Bupati Khairunas Buka Bimtek Penyusunan Kota Cerdas

195

padangexpo.com (Padang Aro, Solok Selatan)

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menuntaskan persoalan tata kelola sosial kemasyarakatan khususnya penatakelolaan infrastruktur wilayah.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas menilai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akibat dinamika sosial yang ada, maka dibutuhkan terobosan yang dapat menyelesaikan permasalahan seperti tata kelola infrastruktur seperti perumahan, transportasi, air, listrik dan layanan lainnya.

“Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Daerah sebagai pemangku kebijakan perlu membuat sebuah terobosan, diantaranya adalah dengan menerapkan Konsep Smart City,” kata Khairunas dalam pembukaan Bimtek Penyusunan Kota Cerdas di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (03/7/2023).

Menurutnya, smart city merupakan konsep pembangunan yang berkelanjutan dan memiliki daya saing serta selalu meluncurkan inovasi agar masyarakat lebih aman, nyaman, mudah, sehat, dan sejahtera yang didukung dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal ini juga sejalan dengan terus dilakukannya peningkatan penerapan e-government oleh pemerintah kabupaten selama dua tahun terakhir.

Dalam upaya menjadikan Solok Selatan sebagai salah satu smart city di Indonesia, Khairunas menilai dibutuhkan keseriusan dari seluruh elemen, baik pemerintahan dan masyarakat, yang diawali dengan membentuk sebuah Masterplan Smart City Kabupaten Solok Selatan.

“Oleh karena itu, melalui kegiatan bimbingan teknis penyusunan masterplan ini, saya berpesan kepada seluruh elemen khususnya OPD yang membidangi masing-masing sektor beserta stakeholder untuk dapat saling berkolaborasi dalam upaya mewujudkan Solok Selatan maju dan sejahtera,” paparnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Lisda Handayani menjelaskan pengelolaan kota cerdas ini dilakukan dengan inovasi yang berkesinambungan.

BACA JUGA :  Mutasi dan Rotasi Upaya Evaluasi, Penyegaran dan Penataan Lingkungan Kerja

Meski tidak selalu identik dengan teknologi informatika, namun teknologi informasi dibutuhkan sebagai pengaktif dari inovasi yang dilakukan.

“Pemerintah daerah harus menyediakan sumber daya tanpa adanya ego sektoral dan bukan sebagai alat pencitraan agar pembentukan smar city bisa maksimal dan tepat sasaran dalam mendukung terbentuknya smart province. Jadi smart province baru bisa kalo smart city sudah terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Analis Pemanfaatan Teknologi Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Komunikasi dan Informatika Pipit Aryati Sani mengatakan dengan dilaksanakannya bimbingan teknis ini maka seluruh elemen pemerintah bisa melakukan perencanaan pengembangan smart city Solok Selatan dengan memperhitungkan potensi dengan tantangan yang ada.

“Bagaimana setiap pihak OPD di kabupaten/kota mengembangan solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan yaang ada menuju kemajuan dan kesejahteraan. Smart city bukan cuma e-government, brand, dan TIK saja, namun juga mencakup konsep penyelenggaraan kawasan melalui upaya inovatif,” papar Pipit.

Untuk itu, dengan terwujudnya smart city ini akan dapat menerapkan pemerintahan yang cerdas, efisien, hingga bisa menarik minat investasi yang lebih luas.

Bimtek ini diikuti oleh Kasubag Perencanaan di seluruh OPD ditambah dengan RSUD Solok Selatan dan PDAM Tirta Saribu Sungai.

Output dari kegiatan ini adalah adanya rumusan dari masing-masing OPD mengenai produk layanan yang memudahkan masyarakat Solok Selatan.

Kegiatan ini turut dihadiri Wabup H Yulian Efi, Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD. (CSR)