Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Dalam Sosialisasi Program Perlindungan Jaminan Sosial, Ini Kata Anggota DPR RI Suir Syam

239

Padangexpo, Tanah Datar -Sosialisasi program perlindungan jaminan sosial BPJS ketenagakerjaan adalah salah satu program kerja dari anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Gerindra, Dr. H. Suir Syam, M.Kes.MMr yang di laksanakan Selasa (29/8) di Nagari Baringin Kecamatan Limakaum Kabupaten Tanah Datar.

Pada kesempatan itu, Anggota DPR RI tersebut menggandeng BPJS ketenagakerjaan selaku mitra. Suir Syam menjelaskan bahwa apa yang ia lakukan adalah merupakan bagian dari program kerja yang mana tujuannya untuk mengajak masyarakat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Sekarang ini kegiatan kita adalah sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Saya bersama BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan apa itu BPJS Ketenagakerjaan dan mengajak masyarakat untuk ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sementara ini para peserta kurang lebih 300 orang yang hadir dan sudah kita daftarkan untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan dengan tiga bulan di awal sudah di bayarkan dahulu. Nanti di bulan Desember baru mereka bayar lagi. Ada dua program yaitu kecelakaan kerja dan meninggal dunia, BPJS Ketenagakerjaan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, maka akan rugi seandainya masyarakat kita tidak ikut,” ungkap Suir Syam pada sesi wawancara.

Kemudian sambungnya, ia merasa senang dengan antusias masyarakat yang merasa BPJS ini sangat berguna bagi mereka.

“Saya senang karena BPJS sendiri punya tekad untuk memburu rantai kemiskinan dan tidak menciptakan kemiskinan baru. Seperti apabila terjadi resiko pada masyarakat saat mereka bekerja, maka mereka tidak perlu lagi memikirkan soal biaya, semua sudah tercover di BPJS, berapapun jumlahnya. Makmurnya negeri itu apabila tingkat kemiskinannya kecil, Namaun kalau tingkat kemiskinan itu besar maka tingkat kemakmurannya tidak akan tercipta,” ujar anggota DPR RI Komisi IX tersebut.

BACA JUGA :  Tampung Aspirasi Masyarakat di Kecamatan Batipuh,Ini Kata Roni Mulyadi

Hampir senada, Ideal Chaniago selaku Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi Raya menambahkan bahwa Komisi IX adalah wadah yang menaungi ketenagakerjaan dan kesehatan.

“Saya berterimakasih dengan hadirnya anggota DPR RI Komisi IX, pak Suir Syam yang menggandeng kami sebagai mitra. Hari ini ia datang langsung dari Jakarta, itu bukti nyata kerja. Kita tidak mengada-ada, di dampingi BPJS, itu membuktikan bahwa Komisi IX yang menaungi ketenagakerjaan dan kesehatan bekerja. Dan cek and ricek itu sangat penting apakah program ini sudah di jalankan dengan baik atau belum. Dan kelebihan dari pada BPJS Ketenagakerjaan ini, apabila peserta berhenti, tabungan itu bisa langsung di ambil. Contoh, hari ini berhenti maka besok sudah bisa di cairkan,” ucap Ideal Chaniago.

Ketua DPRD Tanah Datar, Roni Mulyadi, SE pun menyampaikan akan pentingnya peran BPJS Ketenagakerjaan ini untuk masyarakat.

“Kami memfasilitasi BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh masyarakat yang tidak punya pekerjaan atau penghasilan tetap, itu bisa di biayai oleh negara dengan di fasilitas oleh BPJS Tenaga kerja. Kami akan bantu menganggarkannya nanti, karena asuransi yang berbasis dengan pemerintah pusat seperti yang di sampaikan tadi dengan jelas oleh kepala BPJS Bukittinggi Raya bahwa itu satu jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, itu kan tertuang di Pancasila,” papar Roni Mulyadi.

Ketua DPRD Tanah Datar juga memberikan contoh bahwa di kabupaten kota di Sumbar ini sudah banyak yang melakukan program BPJS Ketenagakerjaan ini.

“Hampir 90% masyarakat di kabupaten kota lain sudah di biayai oleh BPJS ketenagakerjaan. Contoh Padang Panjang, Bukittinggi, Sijunjung dan yang lainnya. Kami berharap ini juga bisa menjadi atensi bagi pemerintah daerah kita. Mudah-mudahan bisa di fasilitasi dan di anggarkan karena ini untuk kepentingan masyarakat kita, dana ini dari negara untuk negara dan untuk kesejahteraan masyarakat. Dinas tenaga kerja bisa segera menyelesaikan segala macam aturan yang berkenaan dengan BPJS ketenagakerjaan ini untuk seluruh masyarakat yang tida mempunyai pekerjaan tetap atau penghasilannya di bawah rata-rata,” tutur Roni Mulyadi. (Dwi)