Pemerintah Kota Bukittinggi Hantarkan Ranperda Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2023

422

padangexpo.com (Bukittinggi)

Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi hantarkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan (Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2023, pada rapat paripurna DPRD, bertempat , di Gedung DPRD, Rabu (09/08-23).

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bukittinggi Beny Yusrial, didampingi Wakil Ketua Nur Hasra, Rusdy Nurman dan dihadiri oleh Wali Kota, unsur Forkopimda, segenap anggota Dewan, Asisten Pemko, Kepala SOPD, Camat, Lurah dan tamu undangan lainnya,

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menjelaskan, postur APBD dalam Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS tahun anggaran 2023 adalah:

  • Pendapatan, potensi pendapatan daerah pada Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun 2023 diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar Rp 24,4 miliar lebih sehingga menjadi Rp 726,8 miliar lebih dari jumlah sebelumnya sebesar Rp 751,2 miliar lebih, yang secara terperinci diuraikan sebagai berikut Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengalami penurunan dari target awal sebesar Rp 160,7 miliar lebih berkurang sebesar Rp 24,3 miliar lebih sehingga menjadi Rp136, 4 miliar lebih.

Pendapatan Transfer terjadi penurunan sebesar  Rp 126,1 juta lebih dari nilai awal yaitu Rp 590,5 miliar lebih sehingga menjadi Rp 590,3 miliar lebih.

Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat semula Rp 556 miliar lebih berkurang sebesar Rp 126,1 juta lebih  sehingga menjadi Rp 555,9 miliar lebih. Penurunan ini bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat berupa pengurangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik BOKKB.

  • Belanja, belanja tahun 2023 semula sebesar Rp 833,9 miliar lebih bertambah sebesar Rp 31,2 miliar lebih sehingga menjadi Rp 865,1 miliar lebih yang terdiri dari: Belanja Operasi semula sebesar Rp 722 miliar lebih bertambah sebesar Rp 20,8 miliar lebih sehingga menjadi Rp 742,8 miliar lebih.
BACA JUGA :  AMTI : KPK Harus Berani Masuk ke Pasukan Inti Pelaku Korupsi

Belanja Modal semula sebesar Rp 97,4 miliar lebih bertambah sebesar Rp 12,6 miliar lebih sehingga menjadi Rp 110,1 miliar lebih.

Belanja Tidak Terduga semula sebesar Rp 5 miliar berkurang sebesar Rp 2,3 miliar lebih sehingga menjadi Rp 2,6 miliar lebih.

Belanja Transfer yaitu belanja bantuan keuangan khusus kepada pemerintah provinsi tidak mengalami perubahan yaitu tetap sebesar Rp 9,4 miliar lebih.

  • Pembiayaan pada Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2023, Pembiayaan Netto yang semula sebesar Rp 82,6 miliar lebih terkoreksi sebesar Rp 5,3 miliar lebih sehingga menjadi Rp 77.3 miliar lebih. Pembiayaan tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya,”jelas Erman Safar.

Wako mengatakan, penjabaran lebih lanjut dan terperinci mengenai Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2023 akan disampaikan dalam pembahasan bersama badan anggaran DPRD.

“Semoga Dewan yang terhormat dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas dan menyeluruh dalam pembahasan lebih lanjut nantinya,” kata Wako. (fadhil)