Eka Putra : Manfaatkan Progul Untuk Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Keluarga

264

Padangexpo.com, Tanah Datar -Program Unggulan (Progul) Pemerintah Daerah (Pemda) Tanah Datar memiliki berbagai manfaat yang tujuan utamanya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejehteraan masyarakat.

Salah satu Progul yang disebutkan Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE. MM. dikegiatan pembinaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), yakni program Maksimalkan Pemberantasan Rentenir Agar Hilang (Makan Rendang) di Tanah Datar.

“Perlu diketahui ada program Makan Rendang di Tanah Datar yang bisa dimanfaatkan penerima KPM PKH, pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa agunan,” ujar Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE. MM. saat menghadiri pembinaan KPM PKH di Masjid Nurul Jamik, Nagari Padang Magek, Rabu (13/9).

Bupati Eka Putra menyebutkan dengan adanya Program Makan Rendang di Tanah Datar, masyarakat tidak perlu lagi meminjam modal ke pihak yang memakai bunga besar pada pinjamanannya.

“Cukup melaporkan diri ke Bank Nagari terdekat untuk dapat memanfaatkan program Makan Rendang di Tanah Datar ini. Lengkapi persyaratannya, jika tidak ada kendala, pinjaman akan segera didapat,” ujarnya.

Bupati Eka Putra menambahkan, masyarakat penerima KPM PKH bisa juga memanfaatkan Progul lainnya untuk menunjang kesejahteraan.

“Selain ada program Makan Randang di Tanah Datar, ada juga Program Bajak Gratis, Program Ansuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Program Ansuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dan sebagainya, manfaatkanlah ini semua,” ujar Bupati Eka.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial PPPA Tanah Datar Afrizon, S.Ag mengatakan dihadapan 298 PKH di Padang Magek dan 276 PKH di Rambatan agar senantiasa berusaha untuk tidak berlarut-larut sebagai penerima KPM PKH.

“Bertekatlah untuk tidak berlama-lama menerima KPM PKH, targetkan rencana untuk meraih kesejahteraan. Kita doa kan, penerima KPM PKH menjadi lebih baik di tahun selanjutnya. Hari ini PKH, tiga tahun lagi pengusaha,” ujarnya. (Dwi)

BACA JUGA :  Suir Syam : Tahun 2022, 21.5 Persen Anak Terdampak Stunting di Tanah Datar