Agar Pendidikan Agama dan Konvensional Berjalan Lancar, Roni Mulyadi Harapkan Penghafal Al-Quran Dapat Beasiswa

295

Padangexpo.com, Tanah Datar -Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kembali menggelar Waqaf 1000 Hafizh, Minggu (8/10) di halaman Istano Basa Pagaruyung.

Kepala Dinas Sosial PPPA selaku Ketua Panitia Pelaksana H. Afrizon menyampaikan, kegiatan Waqaf 1000 hafizh bertujuan mendorong semangat dan minat baca untuk menghafal Al Qur’an untuk mencapai Kabupaten Tanah Datar sebagai Kabupaten Madani.

“Kegiatan Waqaf 1000 hafiz juga bersinergi dan sejalan untuk mendukung Program Unggulan Tanah Datar yakni Program Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah yang nantinya 15 sampai 20 tahun, generasi muda dan pemimpin di Tanah Datar adalah penghafal Al Qur’an,” sampainya.

Dikatakan H. Afrizon, 1000 peserta Waqaf merupakan hasil seleksi dua tahap yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2023 dengan mengunjungi kecamatan-kecamatan yang di ikuti sebanyak 1.720 orang.

“Dari 14 kecamatan di Tanah Datar berdasarkan seleksi terpilih sebanyak 28 peserta terbaik yang akan mendapatkan piagam, tropi dan dana pembinaan dari baznaz,” ucapnya.

Selain itu, H. Afrizon juga tambahkan lazna tahfiz juga melaksanakan seleksi yang hafalan 3 juz ke atas sampai 30 juz untuk menerima hadiah umroh untuk 7 orang dengan pendaftar sebanyak 882 orang.

“Insyaallah untuk tahun depan juga akan memberangkatkan sebanyak 20 orang hafizh hafizah terbaik untuk umroh yang dibiayai dari donatur,” sampainya.

Dikatakannya, seluruh peserta waqaf akan diberikan sertifikat dan medali diserahkan Bupati dan Wabup serta Forkopimda dan pejabat akan diakhiri dengan tausyiah oleh Ustad Dr H Zaidul Amin MA yang merupakan Rektor Universitas Riau.

Sementara itu, H. Roni Mulyadi, SE selaku Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar melalui sesi wawancara mengatakan bahwa program atau kegiatan ini harus di pertahankan dan di tingkatkan.

BACA JUGA :  DPC Gerindra Gelar Rapimcab, Roni Mulyadi Sampaikan Pesan

“Tentu harus di pertahankan dan di tingkatkan. Sebab ketika di tanya anak-anak, Alhamdulillah ada kelas dua SD hafal tiga Juz, SMP juga sampai 5 Juz, SMA juga bahkan mahasiswa pun ada, sampai manula. Niat dari pemerintah daerah untuk membuat satu rumah satu Haafizh/haafizah Insyaallah terkabul nantinya, apalagi untuk menanggapi Indonesia Emas di tahun 2045,” ujar Roni Mulyadi.

Kemudian lanjutnya, ia berharap agar di berikan beasiswa kepada anak-anak penghapal Al-Qur’an ini supaya baik dari pendidikan agama dan pendidikan konvensionalnya tetap berjalan dengan baik.

“Walaupun banyak keluarga yang kurang mampu, namun kalau anak ini punya prestasi seperti itu tentu bisa selayaknya untuk di berikan beasiswa tersebut. Dan kami atas nama DPRD tidak pernah mengurangi anggaran biaya atau belanja di Dinas Sosial yang berkaitan dengan satu rumah satu hafizh yang di rencanakan oleh pemerintah daerah,” papar Roni Mulyadi.

Terakhir sambungnya, kita tetap mendorong kegiatan ini, dan untuk tahun depan tentu secara anggaran Dinas sosial yang lebih tau dan apa yang di anggarkan dan di usulkan Insyaallah kita akan tetap anggarkan tidak akan ada pengurangan yang tentu di sesuaikan dengan pemerintah daerah. (Dwi)