Pemko Bukittinggi Gelar Bimtek Penanganan Korban Bencana Melalui MFR dan HART

364

padangexpo.com (Bukittinggi)

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Sosial, gelar bimtek penanganan korban bencana melalui MFR dan HART. Kegiatan ini dibuka Wali Kota Bukittinggi, diwakili Sekda, di depan Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Gulai Bancah, Senin (30/10-23).

Wali Kota Bukittinggi, melalui Sekda Bukittinggi, Martias Wanto, menyampaikan, bimtek penanganan bencana ini penting dilakukan. Peningkatan kemampuan skill bagi setiap anggota Tagana maupun Tim Relawan sangat penting mengingat situasi dan kondisi di lapangan sangat beragam apalagi ditambah dengan kondisi bencana yang mengakibatkan dampak terhadap korban di lapangan yang sangat beragam. Sehingga membutuhkan adanya keahlian dari seorang relawan untuk menyelamatkan nyawa korban dari berbagai himpitan akibat dampak bencana.

Kejadian gempa di Bukittinggi sudah termasuk bencana yang cukup besar. Sebenarnya tidak ada prosedur yang baku dalam penanganan bencana. Quick respon jadi poin utama. Jika gagal dalam kecepatan pertama, potensi bertambahnya korban dan kerugian materil, akan semakin tinggi.

“Untuk itu, simulasi itu sangat penting dilakukan. Gunanya menguatkan pengetahuan tentang antisipasi bencana. Kita tentu berharap bencana tidak ada terjadi, tapi kita harus tetap waspada. Apa yang akan dilakukan jika terjadi bencana, bisa disimulasikan,” ujar Martias Wanto.

Kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Syanji Faredy, menjelaskan, pelatihan dan Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi tim relawan dalam pelaksanaan di lapangan terutama pada saat adanya korban yang berada pada ketinggian. Sehingga dilakukan simulasi agar korban tersebut bisa terselamatkan.

“Bimtek ini diikuti oleh 40 peserta. Mereka terdiri dari 29 orang Tagana, 2 orang Sahabat Tagana, 6 orang personil Kampung Siaga Bencana (KSB) 1 per kelurahan, Damkar 1 orang, BPBD 1 orang dan PMI 1 orang. Bimtek ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 29 Oktober hingga 31 Oktober 2023 dengan narasumber Tim Basarnas Padang dan tenaga profesional tagana Bukittinggi,” jelas Syanji Faredy.  (fadhil)

BACA JUGA :  Untuk Menyamakan Persepsi Terkait Pelaksanaan PPID di Bukittinggi, Pemko Gelar Rakor PPID