Anak Murid Jadi Korban, Kuasa Hukum Salahkan Satpol PP

303

Padangexpo.com, Tanah Datar -Kejadian tak mengenakkan menimpa beberapa orang murid SMPN 2 Batusangkar, Selasa (7/11). Berawal dari Satpol PP, walimurid dan murid SMPN 2 Batusangkar yang awalnya hendak masuk sekolah, namun di tahan oleh yang mengaku ahli waris pemilik lahan SMPN 2 tersebut. Dugaan kekerasan fisik terjadi di saat anak murid berusaha menerobos pagar betis yang di buat oleh yang mengaku ahli waris pemilik lahan. Ketika itu terjadi, banyak anak murid yang berusaha menerobos penghalang dari yang mengaku ahli waris jatuh terinjak-injak hingga menimbulkan luka memar dan lecet bahkan ada yang lebam.

dr. Nurman Eka Putra, Dirut RSUD Hanafiah Batusangkar membenarkan bahwa ada empat orang murid yang masuk ke ruang IGD akibat kejadian itu.

“Benar, pagi tadi memang ada masuk korban empat orang murid SMPN 2 Batusangkar.1.Mutia Ramadani, masuk jam 07.52, alamat : Malana, DX atau diagnosa : contusio jaringan, Di rawat: diruangan VIP, Keluhan : luka lecet pada kaki dan tangan, status pasien dirawat di VIP. 2.Keisha Putri, Umur ; 14 tahun, masuk jam 09.4, alamat: nan 4 pgr, dirawat di VIP dengan keluhan nafas sesak, pusing, nyeri pada leher dan nyeri dada. 3. Ricard Nikko p, umur ; 14 tahun, masuk jam : 10.00, Aaamat ; Arai Pinang, pasien boleh pulang. 4. Afika Nazwa, umur ; 14 tahun, alamat : datar, pasien boleh pulang,” ujar dr. Nurman.

“Korban no 1 dan 3 memar no 2 sesak nafas karena terkena siku di dada tapi tidak ada jejak/memar, no 4 sakit pada daerah leher dan Izin Update Laporan terbaru, pasien atas nama Nikko, setelah dilakukan observasi akhirnya dirawat, jadi total yg dirawat 3 orang, ditambah Kasat Pol. PP kita terima di IGD dengan keluhan memar di wajah akibat kena tinju dan kita lakukan pemeriksaan dan visum,” jelas dr. Nurman.

BACA JUGA :  Kunjungi Kelompok Pelatihan Menjahit, Ny. Lise Eka Putra Ajak Bergabung dengan UP2K

Ketika Padang Expo mengkonfirmasikan soal kejadian tersebut kepada M. Intania mengaku sebagai kuasa hukum ahli waris dan pemilik lahan via WhatsApp, Intania menjawab bahwa dia sudah mengingatkan kepada Satpol PP Tanah Datar agar area sekolah tersebut tidak di ganggu.

“Kami selaku Kuasa Hukum sangat menyesali kejadian tersebut karena kemaren kami sudah mengingatkan kepada Kasatpol PP untuk tidak masuk area lahan milik klien kami selama Pemkab TD tidak bisa menunjukan bukti penguasaan lahan kepada kami. Dilapangan kami temui Kasatpol PP mengajak anak anak untuk masuk area dengan alasan akan belajar, ini sudah jelas-jelas melanggar peringatan dari kami. Lagi pula jauh -jauh hari kami sudah mengingatkan pihak sekolah bahwa kami tidak bertanggung jawab atas akibat bila lahan tidak dikosongkan,” papar Intania.

“Kami menyesali sikap yg ditempuh kepala daerah Eka Putra yg dirasa kurang menerima informasi intel sebab kejadian kemarin akan dapat memicu kericuhan baru, dan itu terjadi pd hari ini, seharusnya Eka Putra tampil ke depan, bukan memerintahkan Pol PP utk mengambil tindakan yg berpotensi menimbulkan kericuhan dan ekses negatif lainnya. Harapan kami, agar Eka Putra dan Pimpinan DPRD duduk bersama klien memusyawarahkan solusi,” jelas M. Intania yang mengaku sebagai kuasa hukum ahli waris dan pemilik lahan.

Sayangnya, ketika berita ini turun, Harfian Fikri Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Tanah Datar belum menjawab konfirmasi dari Padang Expo. (Dwi)