H. Roni Mulyadi, SE Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar: Kami Sangat Mengecam Keras Dengan Kejadian Di SMPN 2 Batusangkar

204

Wawancara Eksklusif

Padangexpo.com, Tanah Datar-Setelah audiensi bersama walimurid dan komite SDN 20 dan SMPN 2 Batusangkar di aula Bumas DPRD Kabupaten Tanah Datar Rabu (8/11) pada sesi wawancara Roni Mulyadi menyampaikan beberapa hal di ruangannya kepada Padangexpo.com terkait kejadian yang menimpa pada siswa-siswi SMPN 2 Batusangkar dalam aksi dorong mendorong untuk masuk ke sekolah tersebut pada Selasa (7/11/23).

Kenapa siswa-siswi harus belajar di rumah alias daring, Roni Mulyadi menjawab bahwa itu untuk memulihkan trauma psikis pasca kejadian dan juga untuk menghindari kejadian serupa supaya tak terulang lagi.

“Jadi, setelah kejadian kemaren kita rapat terbatas dengan Forkopimda untuk mencari solusi pembelajaran pasca kejadian tersebut. Maka di sepakati hari ini Rabu (8/11) kita tidak pembelajaran tatap muka (Daring) karena di sebabkan untuk mengelakkan kejadian seperti kemaren jangan ada lagi korban terhadap siswa-siswi kita di sekolah akibat dorong mendorong untuk menerobos masuk ke dalam lingkungan sekolah, maka di bil keputusan untuk pembelajaran Daring dimana tidak lain tidak bukan untuk menghindari kejadian seperti kemarin,” ujar Roni Mulyadi.

“Kita di DPRD sepakat yang namanya pembelajaran harus tetap di lakukan, apalagi pemerintah pusat sudah memutuskan kurikulum merdeka, dalam artian pembelajaran sampai 12 tahun dimana pembelajarannya dari pagi sampai jam 5 sore, untuk memenuhi seluruh study mata pelajaran yang sudah di tentukan oleh pemerintah pusat,” lanjut Roni Mulyadi.

Ketika di tanya soal jatuhnya korban dari siswa-siswi saat kejadian tersebut hingga di larikan ke IGD RSUD Hanafiah Batusangkar, Roni Mulyadi sangat mengecam dengan keras aksi dugaan kekerasan tersebut.

“Kami sangat mengecam keras atas apa yang terjadi kemaren pada anak-anak tersebut. Sangat amat menyesal dengan apa yang di perbuat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, sebab walau bagaimanapun anak-anak hanya ingin belajar, ingin sekolah. Bahkan beredar video ada oknum di duga mencekik, memukul sampai ada yang terinjak-injak karena dorong mendorong ingin menerobos masuk ke sekolah tersebut. Apalagi mohon maaf yang di lawan dan di pukul anak di bawah umur. Sekali lagi, kami mengecam aksi kekerasan tersebut. Namun dari salah satu walimurid kabarnya sudah ada yang melaporkan kejadian tersebut ke KPAI atau komisi perlindungan anak, semoga ada tindak lanjut dari KPAI Pusat,” jawab Roni Mulyadi.

BACA JUGA :  Ranperda APBD Perubahan Tahun 2023 Disetujui Menjadi Perda

Kemudian, di lanjutkan dengan pertanyaan soal peran aktif DPRD untuk memantau kasus ini, Ketua DPRD Tanah Datar tersebut mengatakan akan mengawasi proses ini hingga akhir.

“Pada prinsipnya kami akan memantau, mengawasi dan mengawal prosesnya bagaimana dan sampai dimana baik itu tindak lanjut pelaporan terhadap anak di bawah umur maupun soal sengketa lahan tersebut. Namun tentu kita kembalikan seluruhnya ke eksekutif dalam hal ini Bupati Tanah Datar untuk mengeksekusi bagaimana keputusan yang terbaik dan kita tetap mendorong dan mensupport Bupati serta bagaimana anak-anak kita nantinya dapat melakukan pembelajaran yang baik seperti biasanya,” sambung Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar tersebut.

Lanjut lagi, ditanyakan tentang keresahan walimurid dan komite atas apa yang menimpa pada anak-anak mereka, Roni Mulyadi menjawab agar bersabar dan lebih utama untuk menenangkan anak-anak akibat trauma psikis.

“Untuk walimurid, untuk sementara ini kita sama-sama meredam, menenangkan kepada anak-anak kita yang jadi korban dan sangat trauma. Bahkan di salah satu video yang beredar, salah satu korban menyampaikan kalau dia tidak mau sekolah di sekolah itu lagi karena takut, jadi kedepannya memang kepada walimurid banyak bersabar agar menenangkan anak-anaknya di rumah, supaya nantinya kembali bisa mengikuti pembelajaran tatap muka dan mengikuti ujian semester di bulan Desember agar mendapatkan hasil yang baik,” lanjut Roni Mulyadi.

Terakhir, apa pesan yang akan di sampaikan kepada pemerintah daerah atas kejadian tersebut, Roni Mulyadi menjawab.

“Untuk Pemerintahan, harapannya ini satu pembelajaran yang harus di selesaikan, jangan di tangguhkan, jangan di beri peluang untuk yang lain nantinya kalau memang ada kejadian serupa di kemudian hari. Dan untuk para buzzer, mudah-mudahan jangan sekali lagi ada kejadian seperti ini, memang suasananya menjelang Pileg, Pilpres dan nantinya akan Pilkada sangat memanas, tapi kepala tetap dingin, cukup untuk membuat kericuhan apalagi sampai menimbulkan korban dan merugikan anak-anak yang belum tau apa-apa tentang kejadian ini,” pungkas H. Roni Mulyadi, SE. (Dwi)