Studi Komparatif, Bentuk Reward dari Pemkab dan Juga Pengayaan Bagi Jurnalis Tanah Datar

218

Padangexpo.com, Jakarta- Hari kedua studi komparatif, 37 Wartawan/Jurnalis Tanah Datar bersama Asisten III Setda dan Kepala Dinas Kominfo kunjungi Kantor Dewan Pers di Jakarta pada Jumat (1/12).

Rombongan disambut Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Totok Suryanto dan sejumlah anggota Dewan Pers.

Asisten III Setda Tanah Datar Jasrinaldi mewakili Bupat Eka Putra dalam sambutannya menjelaskan maksud kedatangan wartawan Tanah Datar ke kantor Dewan Pers tersebut.

“Studi komparatif bagi rekan jurnalis di Tanah Datar adalah penghargaan dari pemerintah daerah karena tanpa ada pemberitaan Tanah Datar tidak ada apanya. Ini adalah pengayaan dan penambahan wawasan bagi wartawan Tanah Datar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jasrinaldi juga menyampaikan beragam potensi yang dimiliki Kabupaten Tanah Datar serta sejumlah program-program pembangunan yang ada.

Tak lupa, Jasrinaldi menekankan pentingnya peran wartawan Tanah Datar dalam menyebarluaskan informasi terkait pembangunan tersebut.

“Dalam pembangunan itu semua tidak terlepas dari para jurnalis sebagai penyampai informasi. Baik dari pemerintah ke masyarakat maupun dari masyarakat ke pemerintah. Banyak masukan yang disampaikan jurnalis, alam hal itu diberi reward kepada mereka,” kata Jasrinaldi.

Menyambut Asisten III, rombongan Dinas Kominfo dan para jurnalis, Totok menjelaskan tugas utama dari Dewan Pers di Indonesia.

“Dewan Pers terbentuk dari 11 konstituen.
Tugasnya menjaga kemerdekaan pers, menegakan kode etik, yang menjaga kita dari penyimpangan-penyimpangan, termasuk dari penyimpngan oknum di daerah,” katanya.

“Tugas kami Dewan pers membuat pers kita berwibawa dimana ada kepercayaan dari masyarakat, wartawan itu dirindukan bukan ditakuti,” tambah Totok.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan kepada para jurnalis untuk tetap menjaga profesionalitas dan marwah dari jurnalis itu sendiri, jangan copas dan menjaga kode etik jurnalistik.

BACA JUGA :  Persiapkan Bantuan, Rutan Batusangkar Lakukan Survei Kebutuhan Pengungsi Bencana Banjir Lahar Dingin

“Wartawan jangan copas-copas (copy-paste), itu mah bukan wartawan, kalau mau copas posting di medsos aja. Kalo mau copas ngapain ke acara, kalau gitu media tidak usah punya wartawan. Lagian itu tidak boleh, itu plagiat namanya. Kalo pun ada kerjasamanya, tetap harus dicantumkan berita ini kerjasama dengan media bla bla,” kata Totok.

“Pers itu ujungnya kepentingan publik, kita tidak ada gunanya jadi wartawan kalo kita tidak ada gunanya bagi masyarakat, tujuan kita memperkuat bagaimana pers itu profesional. Mari kita kembali ke jati diri kita sebagai wartawan,” tambahnya.

Turut mendampingi rombongan tersebut Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Dedi Triwidono, Kabid IKP Khairunnas, dan jajaran Fungsional di Dinas Kominfo. (Dwi)