Mutasi Terakhir di Lingkungan Pemko Bukittinggi Jelang Pilkada 2024

195

Bukittinggi, Padang Expo

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, lantik 64 pejabat pimpinan tinggi pratama administator, pengawas dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi. Pelantikan ini berlangsung di Balairung rumah dinas wako, Kamis (21/03-24).

Dari pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya itu, terdapat 3 pejabat pimpinan tinggi pratama, setara eselon dua, Ebyuleris sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan, Rahmat Afrisyaf Elsa sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Mihandrik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dilakukan, merupakan suatu moment percepatan dan perbaikan kinerja SKPD. Parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai dilakukan melalui pertimbangan kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas, moralitas, pangkat serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada negara.

Dalam konteks ini, mutasi pejabat harus dimaknai sebagai suatu penugasan dan secara lebih bijak merupakan suatu amanah.

“Kepada pejabat yang baru melakukan sumpah janji jabatan, saya berpesan cepatlah menyesuaikan diri dengan jabatan dan lingkungan kerja yang baru. Bekerjalah sungguh sungguh.

Bangun kerja sama yang baik dengan lingkungan kerja sebab kesuksesan itu bukan hanya datang dari dalam diri kita sendiri, akan tetapi tercipta karena adanya kerjasama tim yang solid, kokoh dan tidak saling mencari keuntungan dari pelaksanaan suatu kegiatan,” ujar Erman Safar.

Promosi, mutasi dan rotasi kali ini dilakukan pada 64 orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi. Ada tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, 22 pejabat administrator, 37 pejabat pengawas dan dua orang pejabat fungsional.

Mutasi dan promosi ini, menjadi yang terakhir jelang pelaksanaan pilkada 2024. Hal ini sesuai dengan Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 2/2024 tentang tahapan dan jadwal pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota tahun 2024, dimana, wali kota masih dibolehkan memutasi pejabat daerah maksimal enam bulan sebelum tahapan penetapan calon Pilkada.

BACA JUGA :  Persetujuan  Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Bukittinggi Tahun 2019

Batas akhir ena bulan sebelum tahapan penetapan calon dalam pilkada itu, jatuh pada 22 Maret 2024. Pasalnya tahapan penetapan calon Pilkada itu dijadwalkan pada 22 September 2024. (fadhil)