Berang Ka Mancik Rangkiang Nan Di Baka

93

Oleh:
Inoki Ulma Tiara

Tulisan ini berawal dari pernyataan Anton Yondra SE, MM yang menyatakan tak ingin berikan rekomendasi pencalonan pada Eka Putra, dikarenakan sikap orang – orang sekelilingnya yang mengatakan tidak mau koalisi dengan partai berlambang Beringin tersebut (Ricky 2024).Pernyataan Anton Yondra tersebut melahirkan berbagai asumsi atau dugaan politik karena diucapkan politisi yang menjabat sebagai ketua DPD Golkar Kabupaten Tanah Datar sekaligus wakil ketua DPRD kabupaten Tanah Datar.

Asumsi Pertama, Jaka sembung bawa gitar alias ngak nyambung jreng. Pernyataan nggak nyambung ini karena sebagai bagian dari Eka Putra SE, MM tidak pernah ada pembicaraan dari pendukung atau simpatisannya yang menyatakan tidak mau berkoalisi dengan partai berlambang beringin tersebut. Sejak Sabtu malam tanggal 11 Mei 2024 sampai hari ini 18-Mei 2024, pendukung atau simpatisan Eka Putra SE, MM fokus pada dampak bencana galodo dan bagaimana mengatasi dampak bencana galodo tersebut. Tak elok rasanya di saat Eka Putra SE, MM sedang sibuk siang malam bekerja keras mengatasi dampak bencana galodo, sahabat politiknya Anton Yondra SE, MM membuat kegaduhan politik dengan pernyataannya.

Padahal sebelumnya hubungan Eka Putra dan Anton Yondra baik–baik saja. Terlihat di beberapa live TV nasional, kompak bersama-sama memberikan pernyataan tentang dampak dan penanggulangan bencana galodo kabupaten Tanah Datar.

Asumsi kedua, Anton Yondra sedang memainkan bandul politiknya, a) sebagai ketua partai pemenang pemilu di Tanah Datar dengan jumlah kursi 5 DPRD, Golkar mempunyai nilai tawar tertinggi. b) Anton Yondra SE MM calon legislatif dengan suara tertinggi di tahun 2024 yaitu 3.484 suara, c) dan ditambah pernyataan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari bahwa calon legislatif terpilih tak perlu mengundurkan diri jika maju sebagai calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024. d) Anton Yondra maju menjadi wakil bupati Tanah Datar sudah dihembuskan sebelum pileg 2024, khususnya Dapil IV (Sungayang, Sungai Tarab, Salimpaung, dan Tanjung Baru) karena partai Golkar sulit mendapatkan caleg yang berpotensi suara tinggi karena ketakutan terhadap Anton Yondra yang tidak terkalahkan. Maka dihembuskan isu bagi caleg yang mendaftar di Golkar Dapil IV cukup memperoleh suara di urutan kedua otomatis akan Pergantian Antar Waktu (PAW) dengan Anton Yondra, karena Anton Yondra maju menjadi wakil bupati Tanah Datar di tahun 2024.

BACA JUGA :  Wujudkan Kemandirian Pangan Melalui Sektor Perikanan

Dengan alasan tersebut, Anton Yondra seakan-akan menyampaikan pesan politiknya kepada calon bupati Tanah Datar di Pilkada 27 November 2024 yaitu jadikan aku wakilmu, maka Golkar bersamamu.

Asumsi ketiga. Cara melepaskan diri dari komitmen sebelumnya dengan Eka Putra. Anton Yondra berkali-kali menyatakan bahwa Golkar bersama Eka Putra. Pernyataan ini sering disampaikan Anton Yondra diberbagai pertemuan formal dan non formal. Bersama Eka Putra artinya mandat Golkar Tanah datar untuk pilkada 2024 akan diberikan kepada Eka Putra. Pernyataan Anton Yondra tidak memberikan rekomendasi kepada Eka Putra disebabkan sikap orang–orang sekelilingnya yang mengatakan tidak mau koalisi dengan partai berlambang Beringin tersebut.

Cara malapehan kabek karena kekuasaan lebih tinggi dari Anton Yondra sudah memberikan arahan rekomendasi selain Eka Putra. Biar Anton Yondra tidak kehilangan muka dengan Eka Putra, maka alasan yang nggak nyambung ini dipaksakan dan disampaikan kepada publik.

Asumsi keempat, berang ka mancik rangkiang nan dibaka. Rangkiang adalah tempat penyimpanan padi, dan mancik atau tikus adalah hama pencuri padi. Seharusnya untuk menyelamatkan padi dalam Rangkiang tikusnya yang harus dibasmi bukan rangkiang yang dibakar. Menghakimi Eka Putra dengan kesalahan yang tidak dilakukannya adalah pemikiran dan tindakan yang tidak bijak, tidak berdasar, sekaligus kesalahan berfikir.

Pada akhirnya, politik kepentingan bicara tentang terakomodir atau tidaknya kepentingan politik dan tidak ada teman dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi.

Referensi
Ricky. 2024. “DPD Golkar Tanah Datar Tak Ingin Berikan Rekomendasi Pencalonan Pada Eka Putra.” Mattanews.