Apel Penutupan Masa Tanggap Darurat. Bupati Eka Putra: Kita Tetap Akan Lanjutkan Pencarian

22

Padangexpo.com, Tanah Datar -Apel penutupan masa tanggap darurat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (11/5) berlangsung di posko induk Indojolito, Sabtu (8/6) langsung di pimpin oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra selaku Dansatgas pos komando tanggap darurat bencana alam banjir lahar dingin, banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tanah Datar.

Kegiatan apel ini di hadiri oleh seluruh tim gabungan Satgas bencana alam mulai dari TNI-Polri, BPBD, Basarnas, Marinir, PMI, Pol PP, Dishub, Relawan penanggulangan bencana, serta seluruh perangkat daerah Kabupaten Tanah Datar dan rekan media.

Pada kesempatan itu, Bupati Eka Putra menyampaikan bahwa walaupun masa tanggap darurat ini sudah berakhir namun upaya pencarian korban yang masih belum di temukan tetap akan di lakukan melalui penetapan status transisi darurat kepemulihan bencana alam banjir lahar dingin, banjir bandang dan longsor. Penuh dengan kajian baik kajian dari BMKG,kajian dari BPBD bahwa Insyaallah ke depan kondisi Tanah Datar sudah mulai membaik.
“Saya mewakili masyarakat Tanah Datar, juga mewakili keluarga korban mengucapkan terima kasih apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim gabungan Basarnas yang selama lebih kurang satu bulan berada dan menjalankan tugas kemanusiaan ini di kabupaten Tanah Datar. Ada tiga poin besar yang sudah bapak lakukan di sini, pertama bagaimana menyelamatkan pencarian korban warga kami sampai hari kemarin masih dilakukan kami melihat bapak dengan ikhlas dengan semangat itu terus menyusuri sungai-sungai lumpur. Kedua tim ekspedisi bagaimana kami melihat semangatnya tim yang dipimpin oleh marinir yang langsung dikomandoi oleh Dandim menyusuri sungai sigarungguang yang potensi besar untuk banjir bandang kembali di Tanah Datar. Yang ketiga pembersihan bagi rumah penduduk yang masih ada lumpur-lumpur dalam rumahnya. Dengan sabar dan ikhlas semua tim relawan yang ribuan datang ke Tanah Datar untuk membantu kami dalam menghadapi musibah ini,” papar Bupati Eka Putra.

BACA JUGA :  Subuh Berjamaah di Simabur, Bupati Tanah Datar Paparkan Progul

“Belum lagi dapur umum yang humanis, begitu juga masakannya yang enak yang disukai oleh pengungsi. Juga kementerian sosial dapur umumnya yang sabar dan makanan yang juga enak yang disukai oleh pengungsi kami. Semua hal yang bapak ibu lakukan di Tanah Datar hari ini tiba masanya untuk kami menutup tanggap darurat di Tanah Datar, ini bukan berarti kita berhenti bekerja tapi kita masuk terus berupaya melakukan pencarian korban,” lanjutnya.

“Kita tetap akan melanjutkan melalui transisi darurat Tanah Datar. Dimulai dari tanggal 9 juni nanti masuk ke transisi darurat dalam pemulihan, kami harus bangkit semangat sehingga kami tidak pernah lelah untuk memperbaiki kondisi di kabupaten Tanah Datar ini, bagaimana kami recovery kembali walaupun bapak sebentar lagi akan meninggalkan kami tapi semangat keikhlasan yang bapak ibu tinggalkan di tempat kami itu adalah vitamin kekuatan doa bagi kami untuk kembali bangkit seperti semula,” sambung Bupati Eka Putra.

Lebih lanjut, Bupati Eka Putra juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah juga menghadirkan 10 keluarga korban yang belum ditemukan dan Alhamdulillah 10 keluarga korban ikhlas.

“Dan mewakili keluar korban saya mengucapkan sekali lagi terima kasih kepada tim semua basarnas gabungan relawan semua yang sudah tiap hari melakukan pencarian agar keluarga bisa ditemukan. Hari ini sekali lagi ini adalah hari bersejarah bagi kami, kami juga sedih ditinggalkan oleh tim-tim yang selama ini bekerja dengan kami yang selama ini bersama dengan kami tapi tugas lain menunggu bapak ibu semua dengan 28 hari bapak ibu melakukan tugas kemanusiaan di sini itu sudah sangat luar biasa bagi kami kami mendoakan bapak ibu sekeluarga senantiasa diberikan kesehatan bapak ibu sekeluarga dimurahkan rezekinya bapak ibu surga senantiasa selalu dalam lindungan Allah Subhana hu wa ta’ala,” tutur Eka Putra.
Apel penutupan masa tanggap darurat tersebut juga di hadiri oleh 10 orang keluarga korban yang masih belum di temukan. (Dwi)