Gelar Jumpa Pers, Pemkab Solok Tetapkan Status Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 14 Hari Kedepan: Berdampak, Enam Nagari Terisolasi
Padangexpo.com | Koto Baru
Pemerintah Kabupaten Solok resmi menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 untuk 14 hari ke depan. Langkah cepat ini diambil menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Solok sejak 24 November 2025.
Penetapan status darurat ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, dalam jumpa pers di Gedung MPP Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sabtu (29/11/2025). Jumpa pers turut dihadiri unsur Forkopimda, di antaranya Sekda Medison, Ketua DPRD, Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, Wakapolres Solok Kota Kompol Aliman, Dandim 0309/Solok Letkol Kav. Sapta Raharja, Kepala OPD, dan puluhan wartawan.

Dalam laporannya, Wabup H. Candra memaparkan kondisi terkini kebencanaan di Kabupaten Solok. Bencana banjir bandang, longsor, dan pohon tumbang telah menerjang 9 kecamatan dan 16 nagari, menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur dan pemukiman.
Hingga Kamis (27/11/2025), tercatat belasan jorong di 6 nagari masih terisolasi akibat jembatan putus dan akses jalan yang rusak total. Di antaranya:
- Jorong Muaro Busuk, Nagari Koto Hilalang (Kec. Kubung)
- Jorong Sawah Sudut, Nagari Salayo (Kec. Kubung)
- Seluruh jorong di Nagari Muaro Pingai
- Tiga jorong di Nagari Paninggahan (Kec. Junjung Sirih)
- Jorong di Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek (Kec. Danau Kembar)
- Jorong Ujung Ladang, Nagari Koto Sani (Kec. X Koto Singkarak)
“Kerusakan infrastruktur dan pemukiman sangat masif. Banyak rumah terdampak, dan beberapa wilayah hingga kini belum bisa dijangkau melalui jalur darat,” ungkap Wabup Candra.
Distribusi Logistik Ditingkatkan, Bantuan ke Daerah Terisolasi Gunakan Speed Boat TNI Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, Pemerintah Kabupaten Solok bersama TNI/Polri, OPD terkait, relawan, dan warga bergerak cepat menyalurkan bantuan makanan dan sembako.
Khusus untuk dua nagari yang terisolasi di tepi Danau Singkarak, Muaro Pingai dan Paninggahan bantuan disalurkan menggunakan speed boat milik TNI dan perahu masyarakat.

“Tidak boleh ada satu pun warga yang kelaparan. Logistik harus sampai meskipun akses darat terputus,” tegas Wabup.
15 Ribu Porsi Makanan Disiapkan Dapur SPPG & Dapur Umum di Islamic Center dalam upaya memenuhi kebutuhan makan ribuan warga terdampak, Pemkab Solok menggandeng Dapur SPPG yang telah menyiapkan lebih dari 15 ribu porsi makanan.
Sementara itu, Dinas Sosial mendirikan Posko Dapur Umum dan Logistik di halaman Islamic Center Koto Baru yang setiap hari mendistribusikan ribuan porsi makanan, terutama untuk kebutuhan makan siang ke berbagai posko nagari.
Distribusi dilakukan secara terkoordinasi dengan petugas lapangan dan relawan agar bantuan tepat sasaran.
Data Lengkap Dampak Bencana: 5.420 Jiwa Terdampak, berdasarkan data terbaru, dampak bencana Kabupaten Solok meliputi :
1.195 KK / 5.420 jiwa terdampak, 150 KK / 930 jiwa mengungsi, 62 unit rumah rusak berat, 229 unit rusak sedang, 412 unit rusak ringan, 184 unit rumah terendam, 7 fasilitas pendidikan rusak, 1 fasilitas perkantoran rusak, 3 kios rusak, 6 jaringan irigasi rusak, 14 fasilitas ibadah terdampak, 11 jembatan rusak, 161 hektare sawah rusak, kerusakan tersebut masih kemungkinan bertambah seiring proses pendataan lanjutan di lapangan.**(Yosep)
