Warga Binaan dan Petugas Rutan Padang Panjang Laksanakan PSU DPD RI Dapil Sumbar

Warga Binaan dan Petugas Rutan Padang Panjang Laksanakan PSU DPD RI Dapil Sumbar

Padangexpo.com, Padang Panjang Petugas Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Padang Panjang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) DPD RI dapil Sumbar sesuai amanat Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 03-03/PHPU.DPD-XXII/2024 terkait putusan PHPU Pileg DPD Sumbar.

Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang DPD RI Dapil Sumbar hari ini diikuti oleh seluruh Warga Binaan dan petugas yang tercatat pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sejumlah 60 orang DPT dan 95 orang DPTb.

Dari Total 155 Surat suara yang tersedia yang terpakai sejumlah 150 Surat suara, 5 surat suara yang tidak digunakan merupakan hak pilih Petugas Rutan Padang Panjang yang sedang melaksanakan kegiatan di luar daerah.

Proses pemungutan suara PSU DPD RI Dapil Sumbar pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang berlangsung aman dan tertib, pemungutan dilakukan di dalam Aula Rutan dan diselenggarakan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang beranggotakan Petugas Rutan Padang Panjang.

Dari hasil penghitungan suara yang dilakukan Calon DPD RI Dapil Sumbar nomor urut 16 Hj. Yuri Hadiah mengungguli perolehan suara dengan total perolehan sebanyak 94 suara diikuti Calon nomor urut 12 H. Muslim Yatim, Lc, MM sebanyak 14 suara dan Calon nomor urut 2 Cerint Iralloza Tasya, S.Ked di urutan ke 3 sebanyak 10 suara.

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang Auliya Zulfahmi menyampaikan “Pelaksanaan PSU DPD RI Dapil Sumbar berjalan dengan baik dan lancer, kita mengucapkan terimakasih kepada pihak Polres Padang Panjang dan pihak TNI yang ikut mengawal proses PSU ini, kita juga mengucapkan terimakasih kepada anggota KPPS yang telah menjalankan tugas dengan baik, sehingga seluruh WBP dan petugas dapat menyalurkan hak pilih nya” tutur Fahmi.
(Yaldi)

BACA JUGA :  Ketua DPRD Salurkan Bantuan untuk Tiga Anak Stunting di TPL