Site icon Padang Expo

Alih Profesi ? Oknum Guru di Tanah Datar Diduga Berjualan Sambil Mengajar, Pedagang Kecil Gulung Tikar

padangexpo.com (Batusangkar, Tanah Datar)

Guru adalah profesi yang sangat mulia bagi masyarakat, terutama bagi murid yang sedang menimba ilmu, namun ada kalanya profesi itu ternoda akibat ulah beberapa oknum guru.

Seperti yang diduga terjadi pada salah satu SD Negeri di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya SDN 04 Tanjung, Kecamatan Sungayang.

Berawal dari laporan masyarakat sekitar, terkait dugaan pelanggaran yang ada di sekolah tersebut, ketika Padangexpo menelusuri ke lokasi, sambutan tidak bersahabat di tunjukkan oleh salah seorang oknum guru ketika tahu bahwa yang bertanya adalah awak media. Dengan nada ketus menjawab pertanyaan tim padangexpo.com, lalu pergi begitu saja masuk ruangan dan tak keluar lagi hingga padangexpo.com meninggalkan lokasi.

Banyak kejanggalan lainnya sesuai dengan laporan masyarakat bahwa ada oknum guru yang berjualan di dalam lingkungan sekolah bahkan di dalam ruangan kelas, dengan alasan demi keselamatan murid karena kendaraan yang lalu lalang di depan sekolah.

Salah seorang tokoh masyarakat Tanjung yang enggan di sebutkan namanya menerangkan bahwa sejak guru-guru tersebut berjualan di sekolah, para pedagang kecil yang ada di lingkungan sekolah jadi gulung tikar.

“Guru-guru melarang belanja atau jajan di luar sekolah dengan alasan kendaraan yang hilir mudik di depan sekolah karena ada perbaikan jembatan, tapi mereka bawa dagangan ke sekolah untuk di jual kepada para murid, bahkan dalam jam pelajaran ada yang sampai masuk dalam kelas menjajakan makanannya,” ujar tokoh masyarakat tersebut.

Lebih miris lagi, pintu pagar di kunci agar anak-anak tidak jajan di luar sekolah, kenapa tidak dirangkul saja para pedagang kecil untuk meletakkan dagangannya di sekolah, agar anak murid bisa jajan di dalam sekolah, pasti aman, sambungnya.

Beberapa warga setempat pun hampir senada mengatakan hal yang sama bahwa apa yang di lakukan guru-guru tersebut atas izin kepala sekolah, sudah membunuh karakter pedagang kecil yang ada di lingkungan luar sekolah.

“Kasihan mereka yang berjualan di luar, pak. Gak ada etika guru tersebut untuk merangkul para pedagang agar saling berbagi,” ujar salah seorang warga.

Namun ketika dikonfirmasi ke Kepala Sekolah SDN 04 Tanjung, Yunelda, S.Pd via WhatsAppa hanya menjawab kalau dia lagi dinas luar.

“Maaf pak, saya lagi ada kegiatan di luar, nanti saya kabari,” ujar Yunelda membalas pesan singkat Padangexpo.com.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar melalui Kabid SD, Lutfi, S.Pd menerangkan kepada tim padangexpo.com bahwa sudah dilakukan pemanggilan terhadap kepala sekolah SDN 04 Tanjung.

“Terkait isu yang berkembang di SD tersebut, kita sudah melakukan pemanggilan agar kepala sekolah menerangkan apa yang terjadi di sekolah tersebut. Sudah diakui oleh kepala sekolah bahwa apa yang terjadi sebenarnya tidak seperti itu, namun bagaimanapun juga tetap akan kita tindaklanjuti masukan dari rekan-rekan media, dan saya nanti bersama tim akan turun ke lokasi,” terang Lutfi, Kamis (10/11) di ruangannya.

Syaifullah, SH selaku penasehat hukum LSM PENJARA INDONESIA, Sumbar angkat bicara terkait hal ini.” Perilaku dari oknum pendidik sangatlah tidak manusiawi karena telah dengan sengaja menghancurkan perekonomian masyarakat kecil yang sangat berharap dari jualan mereka untuk menyambung kehidupan masyarakat yang berjualan disekitar SD 04 Nagari Tanjung. Besar dugaan kami dari LSM Penjara Sumbar telah terjadi pemufakatan antara oknum guru yang berjualan dengan kepala sekolah, menurut kami jika oknum guru yang berjualan di sekolah sangatlah merugikan kepentingan dalam proses belajar, untuk itu kita berharap kepada dinas terkait agar menindak oknum guru serta kepala sekolah SD 04 Nagari Tanjung,” kata Syaifullah. (Dwi/red)

Exit mobile version