Padangexpo.com | Kabupaten Solok
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok menggelar kegiatan gotong royong massal dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga di kawasan perkantoran Arosuka, Kamis (11/06/26)
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
Aksi bersih lingkungan yang dipusatkan di kawasan perkantoran Arosuka itu melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat. Selain membersihkan lingkungan, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah rumah tangga sebagai langkah awal menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, mengatakan bahwa sampah rumah tangga masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan lingkungan hidup. Oleh sebab itu, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah menjadi langkah strategis untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Setiap rumah tangga memiliki peran penting dalam melakukan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Melalui gerakan gotong royong dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan, kita berharap dapat membangun budaya hidup bersih serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Nia.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Asnur, SH., MM, menjelaskan bahwa kebijakan pengelolaan sampah saat ini diarahkan pada konsep ekonomi sirkular. Pendekatan tersebut bertujuan memaksimalkan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna sehingga mampu mengurangi beban pengangkutan dan penimbunan sampah di TPA.
Menurut Asnur, pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi salah satu strategi yang efektif dalam menurunkan jumlah timbulan sampah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sementara sampah anorganik dapat didaur ulang melalui bank sampah dan unit pengelolaan sampah terpadu.
“Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya dilapangan.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Solok juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah rumah tangga, mendukung program bank sampah, serta aktif mengikuti kegiatan gotong royong lingkungan.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, Kabupaten Solok terus mendorong gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
“Bersama Kelola Sampah dari Sumbernya, Wujudkan Lingkungan Bersih untuk Generasi Mendatang.” (yosep)

