padangexpo.com (Bukittinggi)
Ribuan jemaah dari Bukittinggi-Agam dan sekitarnya, jadikan pelataran Jam Gadang lautan manusia untuk menghadiri Bukittinggi Bershalawat dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Ustadz Asyan Hafiz, pada Sabtu (27/05-23) malam.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan terima kasih pada masyarakat Bukittinggi-Agam dan sekitarnya, yang telah hadir dalam program Bukittinggi Bershalawat.
Kali ini dilaksanakan tabligh akbar dengan tema “Peran ulama dan umara dalam mewujudkan Bukittinggi Hebat berdasarkan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
“Dengan digelarnya Bukittinggi Bershalawat ini, semoga bisa semakin meningkatkan keimanan masyarakat Kota Bukittinggi” ujar Erman Safar.
Anggota DPR RI Komisi V, Andre Rosiade, mengapresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi yang melaksanakan tabligh akbar Bukittinggi Bershawalat. Sehingga ada sinergi yang dibangun antara program pemerintah dengan program keagamaan.
“Terimakasih kepada Wali Kota Bukittinggi yang telah banyak melahirkan program pro kerakyatan, ” kata Andre Rosiade.
Ustadz Abdul Somad, dalam tausiyahnya, menyampaikan, ada empat tiang utama untuk membuat negeri ini baik. Sehingga Kota Bukittinggi dengan Jam Gadangnya menjadi kota yang Baldhatun Tayyibatun Warabbun Ghafuur.
“Untuk jadikan satu negeri itu baik, harus ada penyangga yang kuat. Ibaratkan Jam Gadang ini, punya empat tiang penyangga,”
Pertama, memiliki ulama, majelis ilmu dan juga Niniak Mamak yang menjaga anak kemenakannya. “Bukittinggi salah satu daerah di Minangkabau yang kental dengan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Ini harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu dari para ulama terus disampaikan pada jamaah, sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat.
Kedua, Suatu nagari yang baik, memiliki Pemimpin adil dan amanah. Alhamdulillah Kota Bukittinggi punya pemimpin yang baik dan tegas untuk menegakkan ajaran Islam. Bagaimana program yang dilahirkan, memudahkan masyarakat bidang ekonomi, seperti Tabungan Utsman dan menciptakan program untuk menguatkan agama, dengan program satu kelurahan satu pondok tahfiz. Banyak lagi program baik untuk masyarakat lainnya.
Ketiga, suatu daerah yang baik memiliki orang kaya yang dermawan. Banyak orang yang kaya tapi tidak peduli dengan sesama. Tapi Bukittinggi, saya percaya banyak orang kaya dan peduli dengan sesama. Saling membantu untuk kebaikan dan berjuang di jalan Allah.
Keempat, daerah yang baik diisi oleh perempuan yang baik dan shalehah. “Banyak perempuan di luar sana, menjadi penyebab kehancuran iman orang lain. Namun, Bukittinggi luar biasa, perempuannya baik dan InsyaAllah Sholeh. Tidak sekarang saja, dari dulu Minangkabau punya perempuan yang Sholehah, sehingga melahirkan generasi yang baik, sholeh dan sholehah juga. Mereka mampu menjaga kehormatannya dan menjadi penyangga negeri yang Baldhatun Tayyibatun Warabbun Ghafur,” ujar Ustadz Abdul Somat dalam tausiyahnya. (fadhil)

