padangexpo.com (Sijunjung)
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir resmi melaunching Strategi Peningkatan Kinerja Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Sistem Informasi KAWAL PENGADAAN di Bagian Pejabat Administrator Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab setempat.
Hadir dalam peresmian itu Sekdakab Zefnihan, Asisten II dan Kabag PBJ Defri Antoni, para pimpinan dan para Camat se-Kabupaten Sijunjung juga hadir dalam pelaunchingan karya Kabag PBJ Defri Antoni tersebut di Operation Room Kantor Bupati, Kamis (15/6).
Dalam hal ini, Benny Dwifa bangga dan memuji terobosan dan langkah yang dilakukan pihak Bagian Pejabat Administrator Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Kabag PBJ Defri Antoni menjelaskan untuk menindaklanjuti permasalahan yang sering terjadi pada pelaksanaan pada pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Sijunjung ia membuat terobosan dan inovasi baru dengan menyusun Rencana Aksi Perubahan.
Lebih lanjut, Defri mengatakan bahwa rencana aksi perubahan tersebut dibuat karena dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa saat ini masih sering terjadi seperti kerterlambatan pelaksanaan barang dan jasa, proses pengadaan yang komplek dan rumit, koreksi harga yang terlalu tinggi, putus kontrak dan pengadaan berbasis elektronik serta permasalahan lainnya.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2022 realiasi pengadaan barang dan jasa sangat lambat sekali. pada triwulan I hanya 6 persen, sementara triwulan II terjadi pelonjakan dokumen yang akan ditender.
“Dokumen tender masuk dari OPD menumpuk di bulan tertentu saja, biasanya bulan Mei, Juni dan Juli. Ini Mei jadi masalah karena SDM sangat terbatas. Seharusnya merata setiap bulannya agar pelaksanaan lebih maksimal,” ujarnya.
Berdasarkan hal tersebut, Defri menyusun rencana aksi perubahan dengan Judul “Strategi Peningkatan Kinerja Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Sistem Informasi KAWAL PENGADAAN”.
Adapun langkah penting diantaranya pembentukan Tim Efektif, Menjadikan entri RUP dan pengawasan PBJ sebagai Perjanjian Kinerja (PK) Jabatan Administrator (JPT), Menyiapkan Aplikasi berbasis elektronik dan kegiatan launching serta sosialisasi aksi perubahan.
Setiap tahapan aksi perubahan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
“Diharapkan kegiatan ini akan mampu meningkatkan kinerja pengadaan barang dan jasa yang pada akhirnya akan membantu menyukseskan kegiatan pembangunan di Kabupaten Sijunjung,” harap Defri. (d79)

