| padangexpo.com (Tanah Datar)
Nagari Andaleh Baruh Bukik punya kesenian tradisional yang sudah di warisi dan sudah turun temurun dari nenek moyang mereka sampai hari ini yang di gelar selama satu minggu lamanya.
Namun pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, pada tahun 2022 ini pemerintahan Kabupaten Tanah Datar di era baru punya 10 program unggulan yang salah satunya adalah Satu Nagari Satu Event yang di bantu masing-masing nagari Rp. 50.000.000,- untuk meningkatkan promosi kegiatan event tersebut.
Berbagai kesenian tradisional dan permainan tradisional yang di tampilkan dalam kegiatan ini.
Kalau berbicara kesenian Nagari Andaleh tidak asing lagi bagi masyarakat Tanah Datar karena selama ini pemerintahan Kabupaten Tanah Datar banyak memakai putra-putri nagari Andaleh untuk penampilan kesenian baik tingkat kabupaten maupun Sumatera Barat bahkan sampai ke mancanegara yang dibina langsung oleh putri Nagari Andaleh sendiri yaitu Yeni Eliza, S.Sn.,M.Sn atau yang akrab kita panggil Ayank.
Dia adalah magister seni yang juga putri asli Nagari Andaleh Baruh Bukik dimana sudah punya berbagai karya dan pengalaman segudang di bidang seni, yang juga merupakan KETUA KOMUNITAS SENI LUHAK NAN TUO DAN pimpinan sanggar seni sari Bunian.
Disaat pembukaan satu nagari satu event kemaren yang di buka langsung secara resmi oleh Bupati Kabupaten Tanah Datar, Eka Putra, Ayank sukses dalam mempersiapkan tari penyambutan dan tari kolosal yang ditampilkan oleh putra putri nagari Andaleh Baruh Bukik dan mahasiswa ISI Padang Panjang yang tergabung dalam sanggar seni Sari Bunian dengan membawakan tema Kahilia Sarantak Galah, Kamudiak sarangkuah Gayuang.
Tari kolosal Kahilia sarantak galah, kamudiak sarangkuah gayuang adalah tarian yang menggambarkan aktifitas masyarakat tempo dulu, dimana anak-anak asyik bermain dengan permainan tradisional, sementara Bundo Kanduang sibuk dengan aktifitas kehidupan sehari hari.
Mereka bekerja secara bergotongroyong, sementara itu kaum laki – laki bekerja sebagai petani yang mengolah air niro menjadi gula saka. Melalui tarian inilah gambaran kehidupan masyarakat nagari Andaleh Baruh Bukik tempo dahulu di wujudkan oleh maestro seni sanggar Seni Sari Bunian, yang hingga saat ini masih mengabdi di kampung halaman sendiri.
Ayank berharap agar generasi milenial bisa mempertahankan kesenian tradisional yang sudah ada dan sudah turun temurun dari tahun ke tahun kita sebagai generasi muda hanya mempertahankan dan selalu melestarikan apa yang sudah ada.
“Acara ini di gelar sebagai silaturrahim antara perantau dan masyarakat yang ada si kampung halaman namun pada tahun ini sudah dilirik oleh pemerintahan daerah dengan harapan bahwa kesenian yang sudah turun temurun ini bisa dinaikkan levelnya menjadi event tingkat nasional, karena di sepekan alek anak nagari ini betul-betul mengangkat kearifan lokal nagari Andaleh Baruh Bukit,” ujar Yeni Eliza yang akrab di panggil Ayank kepada Padang Expo.com, Rabu 04 Mei 2022. (Dwi/d13/pkp)

