padangexpo.com // Payakumbuh
Tangis, tawa, dan harapan bercampur dalam momen perpisahan siswa kelas XII SMA Negeri 3 Payakumbuh, Kamis (9/4/2026). Namun di balik seremoni penuh haru itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, justru melempar pengingat keras: dunia di luar sekolah tak lagi memberi ruang untuk sekadar siap—tetapi menuntut ketangguhan.
Kehadiran pria yang akrab disapa Om Zet itu disambut antusias oleh sivitas akademika sekolah yang dikenal sebagai “kampus akasia”. Namun, sambutannya bukan sekadar formalitas. Ia menegaskan bahwa para lulusan akan segera memasuki fase kehidupan yang jauh lebih kompleks dan kompetitif.
“Dunia akan berubah, dan yang abadi itu perubahan. Kita harus siap dan kuat agar tidak gagap menghadapi laju kehidupan yang sangat cepat,” tegasnya di hadapan ratusan siswa dan guru.
Pesan itu terasa relevan di tengah realitas generasi muda yang dihadapkan pada ketidakpastian—mulai dari persaingan pendidikan, dunia kerja, hingga disrupsi teknologi. Elzadaswarman menekankan, bekal akademik saja tidak cukup.
Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara IQ, EQ, dan ESQ sebagai fondasi menghadapi tekanan zaman yang kian kompleks.
“Jangan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga emosional dan spiritual. Itu yang akan menentukan daya tahan kalian,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, ia juga menyentil kecenderungan lulusan yang cepat merasa cukup setelah menamatkan pendidikan menengah. Menurutnya, kelulusan bukan garis akhir, melainkan pintu masuk ke “arena sesungguhnya”.
“Jangan berpuas diri. Setelah ini, kalian akan menghadapi kehidupan yang nyata. Harus kuat dan tetap semangat,” katanya dengan nada serius.
Lebih jauh, Elzadaswarman menegaskan bahwa kesuksesan tidak lagi bisa dicapai secara individual. Kolaborasi dan jejaring sosial menjadi kunci di era saat ini.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Jalin silaturahmi, karena kesuksesan bukan hanya soal nilai, tapi seberapa besar manfaat kita bagi orang lain,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Payakumbuh, Iswandi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Wali Kota yang dinilai memberi suntikan motivasi bagi para siswa.
“Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus dorongan moral bagi anak-anak kami yang akan memasuki babak baru kehidupan,” ujarnya.
Acara perpisahan turut diisi dengan pertunjukan seni, penyampaian kesan-pesan, hingga prosesi pelepasan simbolis. Namun lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi titik balik—ketika seragam dilepas, dan realitas mulai menyapa tanpa kompromi(Ken)

